Lionel Messi sudah meraih segalanya sepanjang karirnya. Delapan Ballon d’Or. Sepuluh gelar juara La Liga. Tujuh trofi Copa del Rey. Empat gelar Liga Champions Eropa. Tiga gelar juara dunia antarklub. Dua gelar juara Copa Americana dan satu keping medali emas sepak bola Olimpiade bersama Argentina.
Hanya satu yang belum diperolehnya untuk bisa menyetarakan diri dengan legenda Argentina Diego Armando Maradona. Nama mereka sering disandingkan oleh warga Argentina dan penggemar sepak bola sejagat. Dan Messi senantiasa disebut-sebut tak akan pernah bisa menyamai Maradona selama belum membuktikan diri sebagai juara dunia.
Misi itu yang kemudian coba dituntaskannya pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Dan dia mengawalinya dengan buruk. Kendati mencetak gol lebih dulu melalui titik putih penalti, namun Messi gagal menyelamatkan Argentina dari kekalahan 1-2 dari Arab Saudi 1-2 dalam pertandingan perdana di Grup C.
Pidato pelatih Herve Renard di ruang ganti pada jeda pertandingan membakar semangat para pemain Arab Saudi. Saleh Al-Shehri menyamakan kedudukan sebelum Salem Al-Dawsari mencetak gol spektakuler yang memastikan kemenangan bersejarah itu.
Mendadak kekalahan itu berbuntut pada sindiran fans sepak bola sedunia dengan kalimat: ‘Where’s Messi?’ Kalimat itu diucapkan dengan lagak orang mencari dompet.
Namun Argentina kemudian memperbaiki performa dengan mengalahkan Meksiko dan Polandia masing-masing dengan skor 2-0, dan lolos ke Babak 16 Besar sebagau juara Grup C. Polandia meluncur sebagai runner-up grup.
Sementara itu Prancis tampil meyakinkan dengan menghancurkan Australia 4-1 dan mengalahkan Denmark 2-1 berkat dua gol Kylian Mbappe. Namun Wahbi Khazri bikin kaget banyak orang saat mencetak gol pada menit ke-58 yang membawa kemenangan 1-0 Tunisia atas Prancis. Namun kemenangan tersebut tak cukup membawa Tunisia ke Babak 16 Besar.
Kejutan lain bermunculan. Jepang berhasil mengalahkan Jerman dan Spanyol dengan skor identik 2-1. Maroko menundukkan Belgia 2-0. Korea Selatan bangkit dari kekalahan 2-3 melawan Ghana untuk mengalahkan Portugal 2-1 dan merebut tiket ke babak gugur.
Kendati banyak hasil tidak terduga, sebagian besar unggulan tetap lolos. Inggris memulai turnamen dengan kemenangan telak 6-2 atas Iran dengan Jude Bellingham membuka keunggulan. Mereka juga mengalahkan Wales 3-0 setelah bermain imbang tanpa gol dengan Amerika Serikat. Sementara Amerika Serikat mendampingi mereka ke Babak 16 Besar setelah mengalahkan Iran.
Di Grup A, Belanda menjadi juara di bawah asuhan Louis van Gaal dengan mengalahkan Senegal dan Qatar, serta bermain imbang dengan Ekuador. Senegal menemani Belanda lolos ke Babak 16 Besar setelah mengalahkan Ekuador.
Brasil, Kroasia, Portugal, Spanyol, Swiss, memastikan tempat di babak gugur. Sementara kekalahan dari Jepang menyebabkan Jerman gagal lolos, mereka mengalahkan Kosta Rika.
Belgia pun mengalami nasib serupa. Generasi emas mereka gagal memenuhi harapan, sedangkan Maroko tampil disiplin, kompak, dan efektif sehingga keluar sebagai juara Grup F dan Kroasia menjadi runner-up..
Tuan rumah Qatar menghadirkan pesta pembukaan meriah yang dihadiri Morgan Freeman. Namun dua gol Enner Valencia dari Ekuador mengakhiri kemeriahan pesta. Kekalahan 0-2 menjadikan Qatar tuan rumah pertama yang kalah dalam pertandingan pembuka Piala Dunia.
Memasuki Babak 16 Besar, Belanda mengalahkan Amerika Serikat 3-1. Argentina menyingkirkan Australia 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Prancis mengalahkan Polandia 3-1 dengan penampilan gemilang Mbappe. Inggris mengatasi Senegal 3-0 untuk memastikan duel melawan Prancis di perempat final.
Kroasia kembali memperlihatkan ketangguhan mereka dengan menyingkirkan Jepang melalui adu penalti. Sementara Brasil tampil impresif saat menghancurkan Korea Selatan 4-1. Portugal menunjukkan performa luar biasa melalui kemenangan 6-1 atas Swiss dengan hattrick Goncalo Ramos.
Maroko membuat kejutan dengan menyingkirkan Spanyol. Seperti biasa, Spanyol mendominasi permainan. Namun kedisiplinan tim asuhan Walid Regragui membuat mereka frustrasi karena kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Pertandingan berakhir tanpa gol dan kiper Yassine Bounou berhasil menggagalkan dua eksekusi pemain Spanyol dalam adu penalti.
Pada babak perempat final, Brasil unggul lebih dulu melalui aksi individu Neymar pada babak tambahan waktu pertama. Namun, Kroasia tidak menyerah. Tiga menit menjelang pertandingan waktu tambahan usai, Bruno Petkovic menyamakan kedudukan sehingga membuat laga berlanjut ke adu penalti.
Pemain Kroasia berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna. Sementara dua penendang Brasil, Rodrygo dan Marquinhos,gagal mnjalankan tugas dengan baik.
Pertandingan Belanda dan Argentina berlangsung sangat keras. Nahuel Molina membawa Argentina unggul setelah menerima umpan Lionel Messi. Messi menggandakan keunggulan melalui tendangan penalti.
Wout Weghorst menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol, termasuk gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu babak kedua. Dengan cerdik dia memanfaatkan skema tendangan bebas yang mengejutkan pertahanan Argentina.
Pertandingan yang diwarnai banyak pelanggaran, kartu kuning, dan ketegangan itu akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Argentina keluar sebagai pemenang dan berhak melaju ke semifinal.
Setelah menyingkirkan Belgia dan Spanyol, Maroko kembali mencatat sejarah dengan membungkam Portugal melalui gol sundulan Youssef En-Nesyri. Portugal terus menekan hingga akhir pertandingan. Namun pertahanan Maroko tetap kokoh. Maroko menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia.
Sementara itu, Inggris harus mengakhiri perjuangannya setelah kalah 1-2 dari Prancis. Aurelien Tchouameni membuka keunggulan Prancis. Harry Kane menyamakan skor melalui penalti. Namun Olivier Giroud kemudian mengembalikan keunggulan Prancis.
Sebenarnya Inggris berpeluang menyamakan kedudukan setelah memperoleh hadiah penalti. Namun kali ini tendangan Harry Kane melambung di atas mistar.
Dalam pertandingan semifinal, Argentina tampil dominan saat mengalahkan Kroasia 3-0. Messi membuka keunggulan melalui penalti, yang kemudian dilanjutkan dengan dua gol Julian Alvarez. Salah satu gol Alvarez berkat operan Messi yang melewati kawalan Josko Gvardiol.
Di semifinal lainnya, Prancis mengalahkan Maroko 2-0 melalui gol Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani. Meski kalah, Maroko menutup turnamen dengan pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola Afrika. Mereka akhirnya finis di peringkat keempat setelah kalah 1-2 dari Kroasia pada pertandingan perebutan tempat ketiga.
Pertandingan final antara Argentina melawan Prancis bolehlah disebut pertandingan final terbaik Piala Dunia sepanjang masa. Argentina tampil lebih dominan sejak awal. Messi membawa timnya unggul melalui penalti setelah Angel Di Maria dijatuhkan di kotak terlarang. Tidak lama kemudian, serangan balik cepat yang diakhiri Di Maria, menggandakan keunggulan Argentina menjadi 2-0.
Argentina di atas angin. Namun pelanggaran Nicolas Otamendi terhadap Randal Kolo Muani menghasilkan penalti yang diselesaikan dengan ciamik oleh Kylian Mbappe. Hanya satu menit kemudian, Mbappe kembali mencetak gol melalui tendangan voli sehingga kedudukan menjadi 2-2 dan pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Pada perpanjangan waktu, Messi mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Hugo Lloris dan membawa Argentina kembali unggul. Namun, Prancis kembali memperoleh penalti setelah tendangan Mbappe mengenai tangan Gonzalo Montiel. Mbappe sukses mencetak gol ketiganya pada pertandingan itu sehingga menjadi pemain kedua setelah Geoff Hurst dari Inggris yang membukukan hattrick di final Piala Dunia.
Pertarungan kedua negara berlanjut ke babak adu penalti. Messi membuka eksekusi Argentina dengan sukses. Emiliano Martinez kemudian menggagalkan tendangan Kingsley Coman, sementara Aurelien Tchouameni gagal memanfaatkan peluang berikutnya.
Paulo Dybala dan para penendang Argentina lainnya menjalankan tugas dengan baik. Gonzalo Montiel mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan gelar juara dunia ketiga untuk Argentina.
Hasil akhir turnamen ini menjawab sindiran: di mana Messi? Dengan rumus mencetak tujuh gol dan tiga assist, dia tertawa paling akhir dan berada di podium kehormatan. [wir]






