Surabaya (beritajatim.com) – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Provinsi Jawa Timur kembali mengalami fluktuasi pada Sabtu (8/11/2025).
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), sejumlah komoditas menunjukkan tren penurunan, sementara beberapa lainnya justru naik.
Beras
Harga beras menjadi salah satu komoditas yang terbilang cukup stabil. Untuk beras premium, harga rata-rata hari ini Rp14.951 per kilogram. Sementara itu, beras medium juga ikut terkoreksi dari Rp12.861 menjadi Rp12.910 per kilogram, naik 0,38 persen.
Gula
Komoditas gula kristal putih hari ini juga menunjukkan penurunan harga, dari Rp16.340 menjadi Rp16.249 per kilogram, atau turun 0,55 persen. Kondisi ini relatif stabil dan tidak menimbulkan kekhawatiran di pasar.
Minyak Goreng
Sementara itu, minyak goreng mengalami kenaikan. Rata-rata harga minyak goreng naik 0,58 persen untuk jenis curah dan kemasan sederhana 0,09 persen. Bahkan, minyak goreng kemasan premium naik 2,37 persen, dengan harga rata-rata mencapai Rp20.605 per liter.
Telur Ayam
Untuk telur ayam kampung, harga juga terpantau naik hingga 1,69 persen. Adapun dengan telur ayam ras juga naik tipis sebesar 0,13 persen, dari Rp28.114 menjadi Rp28.149 per kilogram.
Cabai
Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai. Semua jenis cabe mengalami kenaikan harga antara 1,27 hingga 4,59 persen dari kemarin. Cabai merah besar naik dari Rp52.435 menjadi Rp54.844 per kilogram, Cabe merah keriting dan cabai rawit merah juga tercatat meningkat signifikan di sejumlah pasar.
Secara umum, harga sembako di Jawa Timur hari ini masih tergolong stabil meski terjadi pergerakan naik-turun di beberapa komoditas. Pemerintah daerah bersama Siskaperbapo terus memantau perkembangan harga untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga daya beli masyarakat.
Adapun dengan adanya informasi ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi konsumen maupun pelaku usaha untuk menyesuaikan rencana belanja dan distribusi. (fyi/ted)






