Gresik (beritajatim.com) – Memasuki hari kedua Bulan Ramadan 1447 H harga kebutuhan pokok kembali bikin deg-degan.
Di sejumlah pasar tradisional di Gresik, harga daging ayam ras dan cabe merah keriting kompak melejit tajam dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini memicu keluhan warga, terutama ibu rumah tangga.
Berdasarkan pantauan, harga daging ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp Rp 28.733 perkilo kini naik menjadi Rp 41.000.
Sementara itu, cabe merah keriting yang sempat stabil di angka Rp40.000 per kilogram, kini tembus Rp 48.333 bahkan lebih di beberapa lapak.
“Naiknya cepat sekali, pembeli jadi kaget. Baru beberapa hari lalu masih normal,” ujar Siti, salah satu pedagang di Pasar Kota Gresik.
Kenaikan serupa terjadi pada bawang merah dari sebelumnya Rp 41.666 perkilo kini naik menjadi Rp 43.333. Hal yang sama harga bawang putih dari semula Rp 34.333 naik Rp 35.333.
Pedagang menyebut kenaikan harga dipicu oleh pasokan yang berkurang dari peternak dan petani, sementara permintaan tetap tinggi. Distribusi dari luar daerah juga disebut mengalami hambatan akibat cuaca yang kurang bersahabat.
Kondisi ini membuat pedagang tak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual. Jika tidak, mereka terancam merugi karena harga kulakan di tingkat distributor sudah lebih dulu melonjak.
Lonjakan harga ayam ras dan cabe merah keriting di Gresik berdampak langsung pada pola belanja masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku terpaksa mengurangi porsi belanja atau mencari alternatif bahan makanan lain.
“Biasanya beli satu kilo ayam, sekarang setengah kilo saja. Cabe juga dikurangi,” kata Rina, warga Kelurahan Bedilan, Kecamatan Kota Gresik.
Secara terpisah Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik, Darmawan membenarkan adanya sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan sangat drastis.
“Memang ada kenaikan terutama pada pada daging ayam ras dan cabe merah keriting karena permintaannya tinggi di bulan Ramadan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus memantau pergerakan dua harga komoditi tersebut. Bila terus mengalami kenaikan tentunya akan ada operasi pasar.
“Kalau operasi pasar dilakukan sekarang tidak mungkin karena berhubungan dengan lintas sektoral,” imbuhnya.
Melonjak harga kebutuhan pokok tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memastikan pasokan kembali lancar dan harga kebutuhan pokok bisa stabil. Terlebih, daging ayam ras dan cabe merah keriting merupakan komoditas penting dalam konsumsi harian warga.
Jika tren kenaikan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin daya beli masyarakat di Gresik akan semakin tertekan. (dny/ted)






