Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha, sejumlah penjual hewan kurban di Kabupaten Gresik. Tepatnya di lapak penjualan Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) disidak oleh tim BNPB, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Pertanian Gresik. Sidak ini untuk memastikan hewan kurban yang dijual bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
Di lapak tersebut, ada ribuan hewan kurban baik itu sapi maupun kambing yang ditawarkan, atau dijual ke masyarakat menjelang Iduladha.
Salah satu penjual hewan kurban Irawan (46) asal Gresik menuturkan, pasca PMK hewan kurban penjualannya meningkat utamanya sapi dan kambing. “Saat hewan kurban yang kami dijual kondisinya lebih sehat, dan penjual seperti saya tidak ada kekuatiran. Ini terbukti bisa menggelar penjualannya bersama,” tuturnya, Senin (26/06/2023).
Ia menjelaskan selain tidak ada kekuatiran hewan kurban menghidap PMK. Semua hewan kurban sudah bebas dari penyakit mematikan itu. Pasalnya, dirinya bersama penjual yang lain sudah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait. “Hewan kurban di tempat kami dinyatakan sehat dan layak yang dikeluarkan melalui surat SKKH dari Dinas Pertanian Gresik,” paparnya.
Irawan menceritakan dengan mengantongi surat tersebut. Dirinya tidak kuatir lagi menjual hewan kurban menjelang Idul Adha. “Biasanya H-3 Iduladha penjualannya meningkat. Dari 1.200 hewan kurban yang diperjualbelikan bersama optimis bisa laku semua. Kalau sisa cuma 10 persen saja,” ungkapnya.
Mengenai jenis hewan kurban yang banyak diminati masyarakat. Irawan menambahkan, yang paling dicari kambing dengan kisaran harga Rp 3 juta hingga Rp 7 juta, dan tergantung jenisnya.
BACA JUGA:
Jelang Iduladha, Ada 290 Titik Pasar Murah Salah Satunya di Gresik
Sementara itu, Wabup Gresik Aminatun Habibah yang didampingi Kepala Dinas Pertanian (Distan) Eko Anindhito Putro mengatakan, dari sebagian besar hewan kurban diperjualbelikan dinyatakan sehat dan layak buat kurba. Hal ini terbukti saat melihat gigi hewan tidak ditemukan adanya lepuh pada sekitar gusi.
“Sewaktu ditunjukkan ke saya tidak ditemukan lesi atau lepuh pada sekitar gusi, lidah, rongga maupun bibir. Termasuk air liurnya tidak keluar berlebihan. Ini menandakan hewan tersebut sehat dan layak,” pungkas wakil bupati perempuan pertama di Gresik tersebut. [dny/kun]






