Sumenep (beritajatim.com) – Para guru ngaji di Kabupaten Sumenep mendapat gelontoran dana sebesar Rp 6,7 miliar. Dana tersebut merupakan total dana yang telah dikucurkan bagi guru ngaji, mulai tahun 2021, 2022, dan 2023.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengatakan, pihaknya memberikan perhatian lebih pada para guru ngaji, mengingat para guru ngaji lah yang berada di garda terdepan dalam pemberantasan buta aksara. Selain itu, para guru ngaji juga mengenalkan baca tulis Al Qur’an kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.
“Bansos bagi para guru ngaji ini merupakan wujud penghargaan atas jasanya yang telah menjaga moralitas anak bangsa secara istiqamah. Peran para guru ngaji lah yang mengarahkan anak-anak menjadi manusia yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (09/03/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”guru-ngaji”]
Menurut Fauzi, di masyarakat, guru ngaji tidak sekedar mengaji, tetapi juga menjadi tempat konsultasi masyarakat terhadap persoalan-persoalan yang ada. Karena itu, maka wajar apabila pemerintah hadir membantu meringankan beban para guru ngaji. “Jasa guru ngaji ini tidak terhitung besarnya. Karena itu, pemerintah hadir untuk memberi perhatian pada kesejahteraannya,” terangnya.
Data di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Pemkab Sumenep, selama tiga tahun terakhir, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep telah mengucurkan dana sebesar Rp 6,7 miliar untuk bansos guru ngaji. Setiap guru ngaji mendapat bantuan sosial sebesar Rp 1,2 juta.
Rincian kucuran dana bagi para guru ngaji tersebut, pada tahun 2021, sebanyak 1.660 guru ngaji mendapat bansos. Total anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 1,9 miliar. Kemudian pada 2022, bansos diberikan pada 2.017 guru ngaji, dengan total anggaran Rp 2,5 milyar. Sedangkan pada 2023, tercatat sebanyak 2.035 guru ngaji yang mendapat bansos dengan total anggaran Rp 2,4 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang telah dikucurkan selama 3 tahun sebesar Rp 6,7 miliar untuk 5.702 guru ngaji. (tem/kun)






