Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada seluruh guru dan aparatur sipil negara (ASN) di Jatim bekerja profesional, berlaku adil, imparsial dan tak diskriminatif dalam melayani publik.
“Baik guru maupun ASN secara esensi memiliki kesamaan peran penting dalam merawat keberlangsungan kehidupan bangsa. ASN dan guru dipertemukan dalam misi pelayanan dan pengabdian,” ujar Khofifah, Senin (5/12/2022).
Khofifah menyebut, Korpri dibentuk agar birokrasi negara dan kalangan pegawainya berkonsentrasi pada kerja-kerja profesional, imparsial dan sebagai aparat negara melayani warga negara. Begitu juga dengan peringatan Hari Guru yang dilakukan setiap 25 November.
Hari Guru diputuskan untuk mengenang dedikasi para guru yang pada 29 November 1945 mendirikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). “PGRI dibentuk sebagai organisasi masyarakat yang bertujuan dalam ranah pendidikan turut berjuang mempertahankan keberlangsungan Republik Indonesia dalam perjalanan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Rakyat dalam Republik Indonesia adalah tuan dan puan yang memiliki hak untuk terlibat berpartisipasi dalam urusan-urusan politik dan pemerintahan bagi pemajuan kesejahteraan rakyat.
Untuk itu, dirinya berpesan agar para ASN dan guru memberikan dedikasi dan pengabdian dengan ikhlas dan imparsial. Selain itu, kerja profesional menjadi hal utama yang tidak bisa dielakkan. “Jadi jangan pernah melakukan layanan secara diskriminatif baik untuk ASN maupun untuk para guru,” pesannya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”guru”]
Selain itu, Khofifah juga menekankan hal penting bagi ASN dan guru untuk menghadirkan kualitas kerja di Jatim yang berbasis IKI (Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi). Hal itu untuk membentuk warga, anak-anak masa depan Jatim, dan anak bangsa sebagai warga yang berkualitas sebagai game changer.
Ia menerangkan, game changer memiliki makna agensi yang memiliki daya cipta, kecerdasan dan ketahanan mental untuk menjadi pengubah jalannya permainan, pengubah jalannya sejarah.
“Para guru dan ASN harus berani untuk membangun inisiatif, harus melakukan kolaborasi karena kolaborasi adalah sebuah keniscayaan, dan inovasi juga adalah sebuah keharusan. Di tangan panjenengan semua salah satunya tugas berat dalam jalan pengabdian ini dilakukan,” pungkasnya. [ipl/suf]






