Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Jumat (2/5/2025). Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat, erupsi terbesar terjadi pukul 07.30 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berdurasi 179 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru, Jumat (2/5/2025) pukul 07.30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak,” terang petugas PPGA Semeru di Gunung Sawur, Mukdas Sofian, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (2/5/2025).
Sebelum erupsi utama tersebut, dua letusan lebih kecil terjadi. Erupsi pertama tercatat pada pukul 01.30 WIB dengan ketinggian kolom abu 500 meter, dan erupsi kedua terjadi pukul 06.44 WIB dengan ketinggian 700 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menyatakan belum ada laporan dampak akibat rangkaian erupsi ini. Aktivitas masyarakat di sekitar gunung masih berlangsung normal, namun warga diimbau untuk tetap waspada.
“Belum ada laporan dampak erupsi, aktivitas masyarakat dilaporkan masih normal, tapi tetap harus waspada dan siaga bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di lereng gunung,” ujarnya.
Gunung Semeru saat ini masih berstatus level II (waspada). Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung Semeru, terutama saat cuaca buruk, guna mengantisipasi potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar.
“Harus tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” tambah Yudhi. [has/beq]






