Banyuwangi (beritajatim.com) – Geopark Ijen segera menjalani proses revalidasi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta seluruh pemangku kepentingan, khususnya Banyuwangi, mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi penilaian ulang tersebut.
Revalidasi menjadi tahap krusial untuk mempertahankan status Green Card, yakni penilaian tertinggi dalam jaringan geopark dunia. Evaluasi ini dilakukan setiap empat tahun dengan hasil berupa Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dua tahun), atau Red Card (status dicabut).
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan pesan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Khofifah dalam pertemuan bersama Bupati Bondowoso.
“Kemarin kami bersama Bupati Bondowoso bertemu langsung dengan Ibu Gubernur Jatim. Beliau berpesan agar menyiapkan dengan baik semua proses yang akan dijalani sebelum asesor dari UGG tinjau langsung ke Geopark Ijen,” kata Ipuk.
Pertemuan itu berlangsung usai Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 pada Selasa (14/4/2026), yang turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Bappeda provinsi dan kabupaten.
Ipuk menegaskan, status Green Card bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan peluang besar bagi masyarakat sekitar geopark. Dampaknya mencakup peningkatan kunjungan wisata, masuknya investasi, terbukanya peluang ekonomi, hingga penguatan pelestarian alam dan budaya lokal.
“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,” ujarnya.
Revalidasi 2026 ini menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi masuk jaringan UNESCO Global Geopark pada 2023 lalu. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi bersama Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM dan Pemprov Jawa Timur.
Langkah tersebut meliputi forum diskusi dengan pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi, serta peninjauan langsung ke sejumlah situs unggulan seperti Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih.
Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menyebut berbagai rekomendasi dari UNESCO telah dijalankan secara bertahap.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian meliputi penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel edukasi di kawasan geopark, penguatan warisan budaya lokal, hingga peningkatan aktivitas berskala nasional dan internasional.
“Rekomendasi sudah kita jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke UNESCO via Bappenas,” jelasnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Banyuwangi dan Bondowoso optimistis Geopark Ijen mampu mempertahankan statusnya di level global sekaligus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut. [alr/beq]






