Sumenep (beritajatim.com) – Kemampuan berbicara dengan baik di muka umum dinilai sebagai sebuah kebutuhan di era serba digital ini. Karena itu, Generasi Emas Nusantara (Gen) Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan ‘publik speaking’ bagi pemuda dari kalangan siswa dan mahasiswa.
Ketua Gen Sumenep Fauzi mengatakan, ‘Gen Speaking’ ini bertujuan untuk menggali potensi generasi muda di bidang kemampuan bicara. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung 4 tahap.
“Gen Speaking ini bertujuan untuk menggali potensi generasi muda di bidang speaking. Sekarang masih tahap pertama. Untuk tahap kedua, pelaksanaannya Insya Allah nanti pada Agustus,” terangnya, Senin (21/07/2025).
Sementara Ketua Gen Jatim, Romli mengatakan, Gen hadir menyambut bonus demografi Indonesia untuk mencetak generasi emas yang maju di berbagai bidang. Mulai dari teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, lingkungan, politik, hingga riset dan pengembangan berbagai disiplin ilmu.
“Mungkin ada yang bertanya Gen ini ada dimana-mana dan punya banyak agenda. Nah ini perlu disampaikan bahwa Gen ini bukan wadah organisasi kepemudaan yang berlandaskan ideologi tertentu seperti OKP pada umumnya. Gen ini dibentuk yakni sebagai wadah bagi seluruh pemuda untuk mengembangkan potensi dirinya di berbagai bidang sesuai minatnya,” paparnya.
Ia menjelaskan, ‘Gen Speaking’ merupakan salah satu kegiatan untuk membentuk generasi yang vokal. Apalagi saat ini ruang eksplorasi sebagian besar cenderung berbasis visual, atau video.
“Ini sangat penting saat ini. Karena kita tahu, sekarang kita dipaksa untuk bisa berbicara dengan baik di depan umum. Kalau tidak, kita bisa terlambat,” ujarnya.
Kadisbudporapar Sumenep Iksan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan sangat mendukung berbagai kegiatan kepemudaan. Terutama yang berkenaan dengan pengembangan potensi diri.
“Saya mewakili bapak bupati sangat mengapresiasi dan sangat mendukung. Kami berharap kalian semua akan terus bersemangat dalam memperkaya ilmu dan keahlian untuk membawa Sumenep lebih maju,” tandasnya.
Ia meyakini pemuda Sumenep juga memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di luar Sumenep, bahkan bisa dikatakan tidak kalah dengan anak-anak luar negeri.
‘Kalian memiliki kesempatan yang sama dan memiliki bekal yang sama, yaitu anugerah keberadaan otak dan akal. Kita asah dan fungsikan sebaik mungkin kreativitas kita,” tuturnya.
Menurutnya, penyakit yang kerap kita itu cuma satu, yaitu malas. Nah kalau kita tidak bisa melawan rasa malas itu, ya kita tidak akan pernah mampu bersaing dengan bangsa lain,” pungkasnya. (tem/ian)






