Surabaya (beritajatim.om)– Memasuki dunia kerja adalah salah satu fase hidup paling penting, terutama buat Gen Z yang baru lulus atau baru pertama kali bekerja. Dunia kerja berbeda dengan dunia perkuliahan, tidak ada lagi sistem nilai yang diberikan dosen, tidak ada toleransi telat ngumpul tugas, dan tidak ada libur panjang semesteran. Semua berjalan cepat dan dinamis. Buat kamu yang baru terjun ke lingkungan profesional, berikut adalah beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan.
1. Jangan Oversharing Soal Kehidupan Pribadi
Gen Z sangat dekat sekali dengan kebiasaan oversharing atau terlalu banyak bercercerita mengenai hal pribadi sehingga tanpa sadar kebiasaan itu terbawa ke tempat kerja. Padahal, kantor bukan tempat untuk menceritakan semua isi hidupmu. Kamu boleh dekat dan akrab dengan rekan kerja, tapi tetap ada batas yang harus dijaga. Oversharing bisa memunculkan salah paham, membuat kamu terlihat kurang profesional, dan bahkan menjadi bahan perbincangan di belakang.
2. Berani Bertanya Kalau Tidak Paham
Saat pertama bekerja, sering muncul rasa takut bahwa bertanya akan membuatmu terlihat tidak kompeten. Padahal faktanya dalam dunia kerja, bertanya adalah tanda bahwa kamu ingin belajar dan memastikan pekerjaan selesai dengan benar. Ingat, tidak semua hal akan dijelaskan secara detail. Banyak hal yang harus kamu cari tahu sendiri, dan selebihnya diperoleh dengan bertanya.
3. Koordinasi Lewat Chat atau Email Supaya Ada Bukti yang Jelas
Instruksi lisan memang cepat, tapi mudah lupa dan sering memunculkan miskomunikasi. Karena itu, setelah mendapat arahan, biasakan melakukan follow-up atau memastilan lewat chat, email, atau platform kerja agar semuanya terdokumentasi. Ini sangat penting untuk kamu yang baru belajar adaptasi ritme kerja.
4. Jangan Terlihat Ingin Pamer Serba Bisa
Gen Z dikenal kreatif, cepat belajar, dan punya banyak skill multi-bidang. Tapi satu hal yang perlu diingat adalah jangan sampai terkesan pamer atau ingin terlihat paling bisa. Saat kamu menunjukkan terlalu banyak kemampuan di awal, ekspektasi orang bisa menjadi jauh lebih tinggi. Kamu bisa-bisa terkena banyak tugas hanya karena dianggap mampu mengerjakan semuanya. Jadi tampilan kualitas kerja secara natural, bukan dengan ambisi ingin terlihat paling menguasai.
5. Ritme Kerja Lebih Berat Daripada Masa Kuliah
Realita yang sering mengejutkan bagi pekerja baru adalah ritme kerja yang jauh lebih padat dibandingkan masa kuliah. Jika dulu tugas bisa dikerjakan semalaman atau ditunda, dunia kerja tidak memberi ruang sebesar itu. Deadline bisa datang terus menerut, meeting atau rapat Put mendadak, revisi bisa muncul kapan saja, dan kamu dituntut untuk tetap fokus meski sedang lelah.
Memulai karier pertama adalah pengalaman besar yang melelahkan, menegangkan, tapi juga membuka banyak peluang baru. Kamu akan belajar memahami karakter rekan kerja, mengenali ritme industri, menghadapi situasi tak terduga, dan perlahan menemukan gaya kerja yang paling cocok untukmu.
[Pranata Dewi Ratna Swari]






