Bangkalan (beritajatim.com) – Puluhan nelayan dari Desa Banyusangkah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura menggelar aksi demo menuntut ganti rugi rumpon yang hingga saat ini belum diberikan oleh Petronas, dampak dari kegiatan Seismik di perairan laut Tanjung Bumi.
Ketua Paguyuban Nelayan Tanjung Bumi, Moh Junaidi mengatakan, puluhan nelayan, berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Banyusangka, hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada Petronas karena sampai saat ini belum memberikan ganti rugi rumpon yang rusak dampak kegiatan survei seismik yang dilakukan oleh Petronas.
“Kami sebenarnya tidak menolak Petronas masuk ke perairan Madura khususnya di Bangkalan, karena itu bisa meningkatkan APBD dan APBN, tetapi Petronas masih mempunyai masalah dengan ganti rugi rumpon yang sampai saat ini tidak ada kejelasan,” ujar Moh. Junaidi, Jumat (20/9/2024).
Junaidi juga menceritakan, sebelum adanya kegiatan survey Seismik Petronas, nelayan saat melaut hanya membutuhkan 50 liter solar dalam sekali berlayar. Namun, sejak adanya kapal Petronas di perairan Tanjung Bumi, nelayan menghabiskan 100 hingga 150 liter solar untuk sekali melaut karena harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk menghindari kapal Petronas.
“Petronas jangan jadi pengecut temui kami, setelah merusak rumpon kabur begitu saja, dan jika dalam 3 kali 24 jam Petronas tidak kunjung merespon tuntutan kami, kami akan halangi aktifitas mereka di perairan kami,” imbuhnya.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Perikanan Bangkalan, Bambang Setiawan menjelaskan, bahwa pada prinsipnya nelayan mendukung program pemerintah, namun apa yang terjadi pada tahun 2023 lalu Petronas meninggalkan problem kepada nelayan karena sampai saat ini belum menganti rugi rumpun
“Jadi Petronas harus segera menganti rumpon nelayan yang hilang,” tegasnya.
Bambang juga menambahkan, atas desakan nelayan melalui Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan bapak Pj Bupati agar segera memfasitasi nelayan guna dipertemukan dengan Petronas
“Kami sudah mengirim surat kepada kemenrian ESDM, SKK Migas dan Petronas untuk segera dipertemukan dengan nelayan,” pungkasnya. [sar/ian]






