Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali gagal mendulang poin usai takluk 1-0 dari Persijap Jepara, pada pekan ke-20 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (7/2/2026). Sebiji gol tercipta dari upaya sapuan Giovani Numberi justru berujung gol bunuh diri pada menit 64′.
Kekecewaan atas hasil tersebut disampaikan Pelatih Laskar Sape Kerrab, Carlos Periera yang menilai timnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan Persijap, namun kurang efektif dalam memanfaatkan peluang yang didapat.
“Gol yang tercipta berawal dari kelengahan lini pertahanan yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik. Malam ini bukan malam yang baik bagi kami,” kata Carlos Periera, usai pertandingan.
Meski kalah, sang pelatih tetap mengapresiasi kerja keras para pemain sepanjang pertandingan. Ia menegaskan hasil ini akan menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam meningkatkan fokus dan konsistensi permainan di laga-laga berikutnya.
Sementara pemain Madura United, Rizki Afrizal mengakui timnya belum tampil maksimal. Ia menyebut Persijap bermain lebih disiplin dan mampu memanfaatkan momen dengan baik. Rizki juga menyesalkan kegagalan timnya mencetak gol meski sempat memiliki beberapa peluang berbahaya.
“Tentu skor ini bukan hasil yang kita inginkan, kami akan segera bangkit dan berusaha maksimal memperbaiki penampilan di pertandingan berikutnya. Kami berharap kekalahan ini bisa menjadi pelajaran berharga agar Madura United tampil lebih solid ke depannya,” kata Riski Afrizal.
Selain itu pemain yang berposisi sebagai gelandang juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh superter Madura, khususnya atas hasil tersebut. “Mohon maaf untuk supeoter Madura Bersatu, semoga kita lebih baik lagi,” pungkasnya. [pin/suf]






