Pamekasan (beritajatim.com) – Dua unit bangunan di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, Desa Poto’an Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, ludes dilalap si jago merah, Jum’at (6/2/2026) malam. Beruntung peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.
“Pada awalnya kita terima info sekitar pukul 20:41 WIB jika terjadi kebakaran di kompleks Pesantren Panyepen, selanjutnya kita bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 21:01 WIB,” kata Kasi Ops Damkar Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Zainuddin, Sabtu (7/2/2026).
Dalam peristiwa tersebut, tim damkar bersama sejumlah instansi samping beserta para santri dan masyarakat bahu membahu memadamkan api yang terus meluas membakar seisi bangunan. “Saat kejadian, kondisi api bergerak cepat karena angin kencang, dan api membakar asrama santri dan perpustakaan pesantren,” ungkapnya.
“Pada akhirnya api berhasil dipadamkan, selanjutnya kita lakukan pendinginan di titik kebakaran. Beruntung peristiwa ini tidak mengakibatkan korban, baik luka-luka maupun korban jiwa,” sambung Zainudin.
Selain itu pihaknya enggan menjelaskan detail seputar total bangunan yang terbakar, termasuk jumlah kerugian materil akibat peristiwa tersebut. “Sementara untuk penyebab kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib,” pungkasnya.
Sementara pihak pesantren mengeluarkan maklumat jika insiden kebakaran di asrama Ma’had Tibyan dipastikan tidak terdapat korban jiwa, dan seluruh pihak (santri dan ustadz) dalam kondisi selamat.
Selain itu, santri Ma’had Tibyan dan santri kubar tingkat ula mulai hari ini diliburkan (dipulangkan). Sementara teknis penjemputan harus dilakukan wali santri dengan membawa kartu identitas, seperti KTP atau kartu wali santri. [pin/beq]






