Probolinggo (beritajatim.com) – Kebijakan Wali Kota Probolinggo terkait relokasi arena panjat tebing (wall climbing) dari GOR A Yani ke GOR Mastrip mendapat kritik keras dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo. Organisasi ini menyayangkan keputusan tersebut karena dinilai tidak mempertimbangkan kebutuhan para atlet yang telah lama berlatih di lokasi lama.
Ketua FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, menyatakan bahwa fasilitas wall climbing di GOR A Yani telah digunakan selama bertahun-tahun dan sangat penting bagi perkembangan atlet panjat tebing. Ia berharap pemerintah kota tidak langsung menggusur fasilitas yang ada, melainkan mencari solusi bersama.
“Keinginan masih tetap berlatih di GOR A Yani kalau bisa disinergikan. Alternatif lain sambil siap-siap sampai ada sarana dan prasarana pengganti yang standar kompetisi,” tegasnya.
Pemindahan arena wall climbing tersebut merupakan bagian dari penataan ulang kawasan GOR A Yani. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo membenarkan bahwa fasilitas itu akan dipindahkan ke GOR Mastrip.
“Iya betul akan kita geser ke Gor Mastrip,” ujarnya.
Pemindahan ini akan dilakukan secara bertahap dan dijadwalkan setelah selesainya gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX. “Setelah Porprov digelar akan kita pindah,” tandasnya. [ada/beq]






