Pamekasan (beritajatim.com) – Upaya membangun budaya menulis yang kuat di lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, terus digalakkan. Hal ini tercermin melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Academic Writing di Ballroom Artotel TS Suite Surabaya, Jum’at (24/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Membangun Budaya Menulis Akademik di Perguruan Tinggi Menuju Artikel Bereputasi Internasional’ menghadirkan dua pemateri berbeda, yakni Moh Wardi dan Mohammad Firdaus, dijadwalkan digelar selama empat hari kedepan, terhitung sejak Jum’at hingga Senin (24-27/4/2026) mendatang.
Direktur Pasca Sarjana UIN Madura, Atiqullah melalui Kaprodi Studi Islam Program Pasca Sarjana, Muchlis Sholichin menegaskan penguatan kemampuan menulis akademik merupakan kebutuhan strategis institusi. “Capaian akreditasi unggul yang diraih UIN Madura, merupakan hasil kerja keras bersama, termasuk peran pimpinan dalam membangun sinergi akademik,” kata Muchlis Sholichin.
“Ini merupakan kebutuhan kita bersama, di mana satus akreditasi unggul yang telah dicapai harus diiringi dengan peningkatan kualitas akademik, khususnya dalam kemampuan menulis yang diakui secara luas,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sekaligus menjadi langkah penting dalam meningkatkan level akademik, terutama menjelang kewajiban akreditasi prodi. “Karena itu kami harapkan para peserta mengikuti pelatihan secara penuh agar memiliki kompetensi menulis artikel di jurnal bereputasi internasional,” pintanya.
“Tidak hanya itu, kegiatan ini juga kami harapkan dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa dalam menyelesaikan disertasi melalui publikasi artikel internasional, serta pengalaman ini bisa ditularkan kepada yang lain,” imbuhnya.
Sementara Rektor UIN Madura, Saiful Hadi menekankan pentingnya standarisasi akademik dan penyelesaian studi tepat waktu dengan pendekatan yang lebih adaptif dan kontekstual. Ia menjelaskan bahwa institusi yang dipimpinnya tengah mengembangkan integrasi keilmuan berbasis konsep Islam integratif dengan semangat *Astahelix Taneyan Lanjhang*.
“Kami ingin calon doktor dari UIN Madura memiliki kontribusi nyata, artinya tidak hanya dalam ranah akademik di lingkungan institusi, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengembangan kelembagaan harus diiringi dengan agenda strategis yang berdampak luas, termasuk mendorong lahirnya karya ilmiah yang relevan dengan isu-isu Islam, syariah, dan ekologi sesuai dengan nilai-nilai *asta cita*.
Dalam kegiatan ini, puluhan mahasiswa doktoral dari dua prodi berbeda diarahkan untuk menghasilkan artikel yang tidak hanya memenuhi syarat akademik internal, tetapi juga mampu menembus publikasi internasional. “Kedepan kami juga berencana memberikan penghargaan (reward) bagi karya-karya ilmiah yang berhasil dipublikasikan,” tegasnya.
“Kami ingin mengantarkan mahasiswa menjadi unggul melalui produk nyata, yaitu karya ilmiah yang terpublikasi dan diakui secara global. Kegiatan FGD ini kita harapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan berdaya saing internasional di lingkungan UIN Madura,” pungkasnya. [pin/but]






