Ringkasan Berita:
- Kebakaran hebat melanda CV Jaya Terang Bersama di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Api membakar bangunan pabrik pakan ternak berbahan bonggol jagung hingga menyebabkan kepanikan pekerja pada Jumat malam (24/7/2026).
- Kobaran api sulit dikendalikan akibat banyaknya material mudah terbakar dan hembusan angin kencang. Damkarla Jombang menerjunkan tiga unit mobil pemadam dan tiga unit suplai BPBD untuk melakukan pemadaman.
- Seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri meski beberapa pekerja sempat berupaya memadamkan api dengan APAR. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Jombang (beritajatim.com) — Malam yang seharusnya berjalan tenang berubah menjadi kepanikan bagi para pekerja CV Jaya Terang Bersama, Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Kobaran api tiba-tiba membubung tinggi, menjilat langit malam, disertai kepulan asap tebal yang menyelimuti bangunan pabrik pakan ternak itu, Jumat malam (24/7/2026).
Api melahap bangunan produksi berukuran sekitar 30 x 70 meter persegi yang menyimpan banyak material mudah terbakar berupa bonggol jagung kering sebagai bahan baku pakan ternak. Dalam hitungan menit, suasana berubah mencekam. Para karyawan berhamburan menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Angin yang bertiup cukup kencang serta banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan. Hingga akhirnya, salah satu karyawan meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Jombang.
Salah satu karyawan, Supriono, mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan rekan kerjanya yang panik melihat api mulai membesar. Tanpa berpikir panjang, ia bersama sejumlah karyawan mencoba melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
“Kami mencoba memadamkan api dengan APAR, tetapi tidak berhasil. Setelah itu kami melapor ke Damkarla Jombang,” ujar Supriono.
Melihat api semakin ganas, Supriono dan karyawan lainnya kemudian berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dikeluarkan dari area pabrik. Menurutnya, kobaran api pertama kali terlihat dari bagian barat belakang pabrik, tepatnya di sekitar area mesin produksi.
Meski saat kejadian masih terdapat beberapa pekerja di dalam bangunan, seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Tak lama berselang, petugas Damkarla Jombang tiba di lokasi dengan mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran serta tiga unit kendaraan suplai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang. Petugas langsung melakukan penyemprotan air untuk mengendalikan kobaran api.

Namun hingga Sabtu dini hari (25/7/2026), api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Petugas terus berjibaku di lokasi karena bara api masih bertahan di antara tumpukan bahan baku pakan ternak yang mudah terbakar.
Petugas Damkarla Jombang, Stevi Maria, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pihaknya masih fokus melakukan proses pemadaman sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber api.
“Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Meskipun kami sudah menerjunkan tiga unit kendaraan pemadam dan tiga unit suplai, kobaran api belum bisa dijinakkan hingga Sabtu dini hari,” kata Stevi.
Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan. Namun, pemilik pabrik diperkirakan mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah akibat hangusnya bangunan serta material produksi.
Malam itu, bukan hanya sebuah bangunan yang terbakar. Bagi para pekerja CV Jaya Terang Bersama, kobaran api tersebut menjadi pengalaman mencekam yang meninggalkan kepanikan dan kekhawatiran. Beruntung, di tengah ganasnya si jago merah, seluruh pekerja berhasil pulang dengan selamat. [suf]






