Pamekasan (beritajatim.com) – Kabupaten Pamekasan, terbilang kaya dengan beragam jenis kuliner khas yang dapat memanjakan rasa maupun selera.
Keberagaman jenis kuliner tersebut juga hampir tersebar di sejumlah desa hingga beberapa titik lain di Pamekasan, bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, juga memfasilitasi beragam kuliner dengan cara terpusat.
Setidaknya terdapat tiga titik berbeda yang menjadi pusat kuliner di daerah setempat, di antaranya Sae Salera di Jl Niaga, Sentra PKL Food Colony di Jl Kesehatan, serta Sentra PKL Sae Rassa di Jl Dirgahayu, Pamekasan.
Namun yang tidak kalah menarik dan menggiurkan selera para penikmat rasa, yakni Es Sudi Mampir yang keberadaannya sangat melegenda dan tetap eksis hingga saat ini.
Baca Juga: Lulusan IAI Al-Khairat Pamekasan Diminta Berikan Pengabdian Terbaik
Hebatnya, depot Es Sudi Mampir yang berlokasi di Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, sudah beroperasi sejak 1970 silam. Tidak terkikis zaman dengan tetap mempertahankan menu andalan seperti sedia kala.
Sekalipun posisinya berada di antara gang dan pertokoan di sisi barat pusat kota Pamekasan, Monumen Arek Lancor. Keberadaan Depot Es Sudi Mampir selalu ramai pengunjung di setiap harinya.
Kuliner minuman es yang disajikan tetap dengan menu lama, yakni dari campuran santan sebagai pengganti susu dengan sirup merah memiliki rasa manis gurih berkat campuran santan. Sementara merah muda pada sirup memikat siapa saja yang mencicipi es yang kerap disebut Es Setrup.
Tidak hanya menyediakan minuman Es Setrup, depot yang buka mulai pukul 7:00 hingga 21:00 WIB, juga menyediakan beragam jenis minuman lainnya, seperti minuman bubur kacang ijo, susu panas hingga susu soda gembira.
Baca Juga: Bahaya, Ganja Mulai Populer di Pamekasan
Terlebih harga di depot legendaris tersebut juga relatif terjangkau dan terbilang murah meriah, sebab segelas Es Setrup cukup dengan harga Rp 5 ribu. Jika ingin menambah kacang hingga roti cukup dikenakan harga tambahan sebesar Rp 2 ribu.
Penyematan kata legendaris bukan tanpa alasan, sebab keberadaan Depot Sudi Mampir benar-benar kenal banyak kalangan, tidak terkecuali warga dari luar Pamekasan. Bahkan anak sekolah hingga para santri, merasa tidak afdhal saat bepergian ke Pamekasan, tanpa singgah di Sudi Mampir.
Terlepas dari kesegaran yang menggiurkan rasa, konon kabarnya es setrup khas Sudi Mampir sempat digratiskan oleh sang pemilik yang bertujuan sebagai promosi dagangan bagi para pengunjung yang sudi untuk mampir, dan akhirnya lebih familiar disebut Es Sudi Mampir. [pin/kun]






