Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak melarang takbir keliling. Hanya saja, warga diimbau agar dapat melaksanakan malam takbiran di musala, masjid, atau wilayah masing-masing.
Selain itu, Eri memperbolehkan takbir keliling asal memakai obor. Jika menggunakan kendaraan harus tertib. Pasalnya, orang Islam selalu menebar kebaikan, apalagi ini momen Idul Fitri, kembali suci seperti bayi baru lahir.
“Berarti apa, pakai helm jangan sampai terjadi kecelakaan, jangan pakai truk besar, itu tambah tidak karuan. Karena nilai-nilai hari raya akan hilang,” kata Eri
Sehingga ia menekankan, takbir keliling jangan sampai mengganggu orang lain, dan harus tertib, “Tolong ini dipahami betul, silakan (takbir keliling) ketika tidak mengganggu orang lain.” imbaunya.
“Karena dalam Surat Edaran mengatakan jangan ada takbir keliling, bukan melarang takbir keliling, tapi menjaga jangan sampai terjadi kecelakaan, biasanya gerombolan bareng (takbir keliling) ada yang jatuh,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Selasa (18/4/2023).
Menurutnya, kegiatan yang lebih banyak mudharatnya seharusnya dapat lebih dihindari. Misalnya seperti melaksanakan takbiran bergerombol menggunakan sepeda motor berkeliling Kota Surabaya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/dprd-surabaya-takbir-keliling-dilarang-midnight-sale-boleh/
“Kalau itu lebih banyak mudharatnya jangan pernah dilakukan, kalau lebih banyak berkahnya lakukan. Kalau takbir digemakan di masing-masing musala, masjid, betapa indahnya suara takbir itu bergema di Surabaya,” kata Eri.
Karenanya, Eri berharap warga tidak melaksanakan takbiran dengan cara motoran bergerombol keliling Kota Surabaya. Menurut dia, alangkah baiknya jika warga melaksanakan takbiran di musala, masjid atau kampung masing-masing.
“Jadi tidak muter takbiran keliling bawa motor. Memang kita boleh takbir keliling menyampaikan Idul Fitri, tapi bergerak di wilayah masing-masing tidak ke wilayah lain,” katanya. [asg/but]






