Ponorogo (beritajatim.com) – Perputaran ekonomi dari sektor ekonomi kreatif (ekraf) terus dimasifkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Gelaran konser band dari ibukota Noah pun juga diwarnai oleh pameran ekraf atau bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitaran Alun-alun Ponorogo.
Ya konser Noah yang rencananya pada tanggal 15 Agustus 2023 itu, merupakan bagian dari peringatan hari jadi ke-527 tahun Kabupaten Ponorogo. Pameran ekraf atau UMKM ini, digelar selama 2 hari. Yakni mulai tanggal 14 hingga 15 Agustus 2023.
Bupati Sugiri Sancoko meyakini di setiap ada kegiatan, pasti ada transaksi jual beli atau belanja. Sehingga juga sudah dipastikan akan ada keuntungan yang akan mengalir. Oleh karena itu, dirinya bakal memperbanyak event di Kabupaten Ponorogo.
“Di setiap event kita meyakini ada kincir ekonomi. Ada perputaran ekonomi, afa kegiatan belanja pasti ada keuntungan. Nanti pasti ada efek domino yang tumbuh. Ke depan, akan kita perbanyak event,” kata Kang Giri sapaan karib Bupati Sugiri Sancoko, Senin (14/08/2023).
“Kita menyakini ada kincir ekonomi, perputaran ekonomi, Setiap ada kegiatan ada belanja ada keuntungan. Efek domino itu tumbuh. Akan kami perbanyak event,” ujar Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, Rabu (9/8/2023).
Sedikitnya akan ada 10 stand ekraf di gelaran konser Noah nanti. Sejumlah stand itu, akan dibuka untuk UMKM milik warga Ponorogo. Di mana pendaftaran untuk pelaku UMKM ini, melalu online di instagram @ponorogo.tourism beberapa waktu yang lalu.
“Mulai hari ini, ada 10 stand yang memamerkan produk-produk UMKM di Alun-alun Ponorogo hingga konser Noah nanti,” kata Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Tini Fifiantini.
Baca Juga: Tak Hanya “Jian Ayune Sundul Langit”, Ini Nama Unik Anak-anak Bupati Ponorogo
Sengaja hanya dibuka pendaftaran pelaku UMKM dengan kuota 10 stand saja. Sebab, pihaknya ingin memberikan tempat khusus penonton lebih besar. Namun, tetap tidak meninggal pameran ekraf.
“Memang hanya sedikit, ya supaya space penonton harapannya bisa lebih besar,” ungkap pejabat yang murah senyum tersebut.
Pelaku UMKM yang diberikan 10 stand khusus itu, syaratnya ialah produk merupakan kreasi sendiri. Tidak terfokus pada kriya, jenis kuliner pun juga bisa. Pameran ekraf di setiap kegiatan atau event ini, kata Fifi sapaan nya, juga sebagai salah satu langkah untuk menuju kota kreatif dunia pada tahun 2024 nanti.
“Pameran ekraf ini, tidak sekedar hanya untuk memeriahkan HUT Pemkab Ponorogo, namun juga sebagai salah satu langkah menuju Ponorogo menjadi kota kreatif dunia tahun 2024,” katanya.
Dia menambahkan bahwa pedagang yang setiap harinya berjualan di Alun-alun Ponorogo, masih diperbolehkan buka. Namun, tempatnya tidak boleh berada di tengah Alun-alun Ponorogo. Fifi berharap perputaran uang atau ekonomi oleh UMKM di stand yang telah disediakan itu dikisaran Rp 2 juta per hari per stand.
“Di stand pada kegiatan Grebeg Suro dan Ponorogo Creative Festival, pendapatan per hari jutaan adalah hal yang biasa. Semoga saat Noah nanti lebih banyak lagi omzetnya,” pungkasnya. (ADV/End)






