Ponorogo (beritajatim.com) – Jian Ayune Sundul Langit, nama anak sulung Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko itu beberapa hari lalu viral di sosial media (sosmed) Indonesia.
Viralnya pun tidak lain karena namanya yang dipandang oleh publik sebagai nama yang unik. Apalagi mereka yang mengerti bahasa Jawa, pasti akan berkomentar nama itu unik dan menggelitik.
Namun, mungkin belum banyak tahu, ternyata bukan hanya anak sulungnya saja, yang diberi nama unik oleh orang nomor satu di Ponorogo itu. Anak-anak Bupati Sugiri Sancoko lainnya pun juga diberikan nama unik dan mempunyai arti yang mendalam.
Nama anak nomor 2 dari pasangan suami istri Sugiri Sancoko dan Susilowati diberi nama Lintang Panuntun Kolbu. Bupati Sugiri menjelaskan bahwa Lintang itu kecil, namun bisa menjadi petunjuk arah untuk orang yang ada di lautan. Sehingga dengan nama itu, Sugiri dan istrinya berharap anaknya bisa menjadi cahaya yang bisa menerangi kalbu banyak orang.
“Anak nomor 2 namanya Lintang Panuntun Kolbu. Ya artinya Lintang itu kecil, tetapi siapa tahu itu bisa cahaya yang bisa menerangi kalbu banyak orang,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko, Senin (14/08/2023).
Baca Juga: Serenade, Upaya Bupati Sugiri Wadahi Reog Obyog di Hari Jadi Ponorogo
Kemudian untuk anak ketiganya, Bupati Sugiri Sancoko memberikan nama Gibran Cahyaning Pengeran. Nama itu, berawal dari kesukaan sang bupati waktu masih muda, sering membaca buku-buku Kahlil Gibran. Sehingga salah satu nama penyair asal Lebanon itu, disematkan kepada anak ketiganya. Kemudian kata-kata Cahyaning Pengeran, menurut Kang Giri merupakan persuasi dari Cahaya Tuhan.
“Nama anak-anak saya sederhana, tetapi tetap memiliki makna,” katanya.
Sementara untuk anaknya yang sulung, yakni Jian Ayune Sundul Langit. Sugiri dan istrinya mengaku bahwa mereka tidak bisa bersastra. Sehingga tercetuslah nama tersebut. Mereka berharap, bagaimana nama ini tidak hanya menggambarkan kecantikan fisik semata, tetapi juga mencerminkan kecantikan perilaku dan moral.
Istri bupati, Susilowati Sugiri Sancoko menambahkan bahwa kata Sundul Langit juga terinspirasi dari legenda Putri Songgolangit. Putri Kediri yang meminta Prabu Klono Sewandono memberikan penampilan pertunjukan yang belum pernah ada sebelumnya, sebagai syarat untun meminangnya. Hingga akhirnya, pertunjukan reog itu tercipta.
“Kalau digabung semua, artinya anak kita cantik tidak hanya di wajah saja, tetapi juga cantik perilakunya,” tambah Ketua Tim Penggerak PKK Ponorogo itu. (end/ted)






