Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Halili Yasin sangat berharap para petani yang tidak masuk dalam kelompok tani, agar dapat mendapat solusi mendapatkan pupuk subsidi.
Hal tersebut disampaikan seiring dengan kelangkaan pupuk subsidi di pasaran, bahkan tidak jarang para petani juga harus rela mengeluarkan ongkos lebih tinggi untuk membeli pupuk non subsidi.
“Kelangkaan pupuk ini berdasar laporan dari sejumlah masyarakat, khususnya para petani yang terima sejak beberapa bulan terakhir,” kata Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin, Sabtu (5/11/2022).
Tidak hanya persoalan kelangkaan, tetapi persoalan lainnya juga karena mahalnya harga pupuk di pasaran. Bahkan para petani yang tidak masuk dalam kelompok tani, juga tidak mendapatkan jatah membeli pupuk subsidi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”dprd-pamekasan”]
“Kami berharap petani yang tidak masuk kelompok tani ini, juga harus dipertimbangkan. Harus ada solusi penyelesaian, dan hal ini telah diurus oleh komisi berwenang,” ungkapnya.
Sebelumnya Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin juga menginstruksikan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), agar melakukan penyelidikan atas fenomena kelangkaan pupuk di wilayah setempat.
KP3 merupakan pemantau resmi bentukan pemerintah, dan anggotanya merupakan gabungan dari tiga elemen berbeda. Meliputi eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Bahkan ia juga meminta agar KP3 juga menyelidiki penjualan pupuk subsidi yang melebihi harga eceran tertinggi alias HET. Apalagi berdasar laporan dari masyarakat, saat ini sebagian kios menjual harga pupuk melebihi ketentuan HET. [pin/ted]






