Jember (beritajatim.com) – Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat, anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta anggaran pemulangan jenazah warga tetap dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Birbik sempat membantu pemulangan jenazah warga Jember tempo hari. “Ternyata dari Dinas Sosial Jember tidak ada anggarannya. Lalu bagaimana ke depan, ketika ada warga Jember yang meninggal di luar Jawa? Pemulangannya seperti apa?” katanya, dalam rapat dengar pendapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati 2025, di gedung DPRD Jember, Senin (6/4/2026).
Justru, lanjut Birbik, pemulangan jenazah salah satu warga Jember dibantu pihak swasta. “Ini seharusnya pemerintah punya perhatian bagi warga Jember yang meninggal di luar daerah,” katanya.
Muhammad Rizky Mailana, Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jember, mengatakan, pemerintah daerah selama ini memfasilitasi pemulangan warga Jember yang masih hidup.
“Kalau pemulangan jenazah, tinggal dilihat kasusnya dulu, apakah jenazah orang telantar di sana atau orang yang bekerja. Kalau pekerja, biasanya kami sounding ke teman-teman Dinas Tenaga Kerja,” kata Rizky.
“Tapi kalau memang orangnya telantar, tergantung dari pihak keluarga, ada yang mencari atau tidak. Itu yang jadi persoalan di sana. Di Dinas hanya adanya sembako duka. Kami ikut takziah,” kata Rizky.
Ada kasus khusus, seperti meninggalnya wartawan katena menjadi korban kelompok bersenjata di papua. “Kami fasilitasi untuk memperoleh santuan-santunan, baik dari pemerintah provinsi maupun dari Kementerian Sosial,” kata Rizky. [wir/suf]






