Jember (beritajatim.com) – Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, siapapun yang kelak menjadi presiden RI, diharapkan bisa mengobarkan semangat Majapahit atau spirit of Majapahit dalam memenangkan persaingan global.
Hal ini disampaikan Moch. Eksan, dosen mata kuliah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Universitas PGRI Argopuro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (24/4/2023). “Pengakuan terhadap eksistensi dan pengaruh Mojopahit tak lepas dari peran Gajah Mada. Dia seorang politisi dan negarawan yang kuat dalam menjaga integrasi nasional, namun juga kokoh dalam menyebarkan kebudayaan ke dunia luar,” katanya. Kebetulan, Gajah Mada adalah nama universitas tempat Anies, Ganjar, dan Presiden Joko Widodo belajar.
Eksan mengatakan, Majapahit adalah imperium monarki terbesar dalam sejarah Indonesia. “Menurut Negarakertagama, wilayah kekuasaannya terbentang luas dari Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Filipina, Kepulauan Sulu, Manila atau Saludung, Sulawesi, Papua, dan lainnya,” katanya.
“Penetrasi kekuasaan Majapahit di Sumatra, Singapura dan Thailand dibuktikan dari pengaruh kebudayaan, corak bangunan, candi, patung dan seni. Bahkan ada perguruan silat bernama Kali Majapahit yang populer di Filipina dengan anggotanya dari Asia dan Amerika. Perguruan pecak silat ni mengklaim berakar dari seni bela diri imperium Majapahit kuno tersebut,” kata Eksan.
Tentu saja, berbeda dengan Majapahit yang menempatkan rakyat sebagai kawula, Indonesia adalah negara demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai raja. Namun Eksan menyebut Presiden Joko Widodo saat ini tak ubahnya Gajah Mada.
“Sosok Gajah Mada adalah seorang yang taat menjalani perintah raja dan tangguh mengatasi apapun yang merintangi dan menghambat kemajuan negara. Dia bayangkari negara yang melindungi raja dan kerajaan dari pemberontakan, serta panglima yang memimpin penaklukan kerajaan lain di bawah kuasa Mojopahit,” kata Eksan.
Pemilu 2024 adalah momentum untuk memilih Gajah Mada baru menggantikan Jokowi. Gajah Mada bukan hanya sebuah nama dan trah kekuasaan politik. Ini adalah bagian dari visi kenusantaraan berdasarkan filosofi bhinneka tunggal ika dan eka prasetia pancakarsa dari Pancasila.
“Siapakah dari Gajah Mada-Gajah Mada muda yang paling berpeluang membawa Indonesia dalam kancah pergaulan dunia. Apakah Anies ataukah Ganjar? Semua berpulang pada suara rakyat pada Pilpres 2024,” kata Eksan. Anies dan Ganjar tak hanya diharap membawa kapal Indonesia sebagai spirit of Mojopahit. [wir]






