Blitar (beritajatim.com) – Pasar Nglegok Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar kondisinya rusak. Sejumlah lapak pedagang yang ada di Pasar Nglegok kondisinya kini rusak dan tidak bisa digunakan untuk berjualan.
Kondisi itu membuat para pedagang dan konsumen enggan berkunjung ke Pasar Nglegok Kabupaten Blitar. Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Blitar pun mengusulkan adanya revitalisasi pasar yang berada di utara Kabupaten Blitar Blitar itu.
“Pasar nglegok di revitalisasi tahun ini karena sudah lama rusak dan sepi pedagang. Perlu di revitalisasi untuk membuat pasar kembali ramai atau banyak pengunjung,” kata Darmadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Kamis (18/07/2024).
Pemerintah Kabupaten Blitar sendiri telah mengusulkan bantuan perbaikan Pasar Nglegok ke pemerintah pusat. Total anggaran yang diusulkan untuk perbaikan itu pun mencapai Rp.3 miliar.
“Progresnya ini kami telah penandatanganan daftar isian pelaksana anggaran (DIPA). Jadi masih berproses. Anggaran yang dibutuhkan 3 miliar dari pemerintah pusat,” bebernya.
Karena Pasar Nglegok ini berdekatan dengan Candi Penataran, Pemerintah Kabupaten Blitar bakal melakukan perubahan konsep bangunan. Nantinya pada bagian depan Pasar Nglegok akan dijadikan pusat kuliner, sementara bagian tengah dan belakang akan dijadikan pasar tradisional untuk berjualan pedagang.
“Karena potensi besar, pasar ini berada di jalur utama menuju wisata, kita memanfaatkan itu untuk hidup kembali,” imbuhnya.
Para pedagang Pasar Nglegok Kabupaten Blitar sendiri berharap ada campur tangan pemerintah untuk menghidupkan kembali perekonomiannya. Pasalnya selama ini kondisi Pasar Nglegok memang sepi utamanya saat Pandemi hingga saat ini.
“Ya bagus mas, harapannya tentu dengan adanya revitalisasi ini bisa lebih ramai lagi pasarnya dagangannya juga bisa lebih laku,” ucap Sarmi, pedagang Pasar Nglegok. (owi/but)






