Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 10.992 ASN telah bergabung dalam jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai awal 2022. Mereka ditempatkan di berbagai penjuru Jawa Timur, mulai dari perkotaan hingga pelosok untuk mengabdi dan membangun Jawa Timur menjadi lebih baik.
Untuk membangun rasa semangat dan menanamkan jiwa optimis pada ASN baru ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur mengadakan acara Governor’s Lecture dengan tajuk Optimis Jatim Bangkit di depan 1.870 ASN baru secara langsung dan 9.122 yang hadir secara daring. Acara digelar di Graha Unesa Surabaya, Rabu (8/6/2022).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam pengarahannya berpesan bahwa, menjadi orang hebat itu penting, menjadi orang kuat itu juga penting, tapi orang hebat dan orang kuat akan terkalahkan oleh orang kreatif dan inovatif.
Menurut Khofifah, bekerja di Pemerintah Provinsi Jawa Timur bukanlah hal yang mudah, karena Jawa Timur memiliki begitu banyak penghargaan tingkat nasional yang tidak hanya harus dijaga, tetapi juga ditingkatkan. Utamanya karena pada 18 Mei 2022 kemarin, Jawa Timur dinobatkan sebagai provinsi terbaik oleh Kementerian Dalam Negeri dengan skor 99,36 persen.
[berita-terkait number=”4″ tag=”khofifah”]
Selain itu, ASN baru juga wajib memiliki generic skill yang sudah menjadi hal normal baru bagi ASN. Generic skill ini meliputi teaching skill, learning skill, life skill dan effective communication skill.
“Ini semua adalah hal-hal yang dapat membantu Jawa Timur menjadi provinsi yang lebih baik dan juga dapat membangun network kuat antara masing-masing OPD yang ada,” tuturnya.
Pj Sekdaprov Jatim, Wahid Wahyudi menambahkan, kebutuhan ASN Jatim mencapai 12.088 orang. Saat ini, sudah terisi 10.992 dari formasi 2021. Mereka terdiri dari CPNS, P3K Non Guru, P3K Guru, STAN, STTD Kemenhub. Masih ada kekurangan 1.096 orang. [tok/but]






