Surabaya (beritajatim.com) – Kebanyakan wanita hamil selalu menginginkan untuk melahirkan normal. Meski menyakitkan, ada banyak hal yang membuat para ibu lebih senang dengan proses normal. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa kondisi yang mengharuskan proses persalinan dilakukan secara operasi caesar.
Operasi caesar sebenarnya bukanlah masalah besar, tetapi begitu banyaknya mitos yang tersebar membuat para ibu menjadi khawatir, takut, dan cemas. Belum lagi anggapan bahwa ibu yang sempurna adalah ibu yang melahirkan secara normal.
Padahal operasi caesar juga sama menyakitkannya dan tidak sulit. Mitos persalinan secara caesar beredar dan banyak dipercaya bahkan hingga ke generasi turun temurun, sedangkan belum tentu hal-hal tersebut benar adanya. Seperti mitos-mitos yang banyak dipercaya ini.
1. Persalinan caesar tidak sakit
Mitos yang paling banyak didengar tentang operasi caesar adalah hal ini. Faktanya, sang ibu hanya tidak merasakan sakit saat proses operasi dilakukan lantaran pengaruh bius. Tapi setelah efek obat bius hilang, sang ibu akan merasakansakit yang tiada tara, bahkan bisa berminggu-minggu setelah melahirkan.
Ada yang bekas jahitannya selalu terasa nyeri, ada juga yang menjadi sakit punggu selama bertahun-tahun. Jadi, apapun prosesnya tentu akan menyakitkan dan memiliki risiko masing-masing.
2. Tidak bisa menyusui
Para ibu yang sedang mempersiapkan persalinan mungkin pernah mendengar mitos ini, bahwa ibu yang melakukan caesar akan sulit untuk menyusui. Nyatanya, masalah menyusui ini bisa dialami oleh siapa saja.
Bahkan yang melahirkan secara normal. Ada juga ibu-ibu yang langsung menyusui anaknya saat dokter sedang menyelesaikan prosedur operasi caesar.
3. Setelah operasi caesar, tidak akan bisa melahirkan normal
Pernyataan ini tentu salah, karena meski sudah pernah melahirkan secara caesar, kalian para ibu tetap bisa melahirkan anak selanjutnya secara normal. Kondisi ini disebut dengan VBAC (Vaginal Birth After Caesarean).
Tetapi, ada beberapa persayaratan yang harus dipenuhi dengan konsultasi rutin bersama dokter. Seperti jarak antara persalinan pertama dan kedua, letak janin, taksiran berat janin, dan lain-lain. Syarat-syarat ini untuk bisa menentukan apakah sang ibu bisa melakukan persalinan secara normal atau tidak.
4. Sistem kekebalan bayi caesar berbeda
Persalinan caesar atau normal sama sekali tidak ada kaitannya dengan kondisi atau daya tahan tubuh sang buah hati. Yang menentukan imun bayi adalah usia kehamilan, nutrisi ibu harus terpenuhi yang berpengaruh juga pada gizi ASI.
5. Jadwal persalinan caesar bisa diatur sendiri
Banyak yang mengira bayi dengan proses persalinan caesar akan memiliki tanggal cantik yang sudah ditentukan oleh orang tuanya, padahal hal ini salah besar. Meski dengan operasi, tanggal dan waktu kelahiran juga harus ditentukan oleh usia janin dan bagaimana kondisinya. Sehingga konsultasi dengan dokter adalah jawabannya. [mnd/tur]






