NAMA dan kenangan terhadap Gianluigi Donnarumma telah dipendam dalam-dalam oleh Milanisti. Tetapi, yang terjadi beberapa hari terakhir antara Donnarumma dan klubnya, Paris Saint-Germain, membuat luka lama kembali menganga.
Gigio–sapaan Donnarumma–disingkirkan PSG. Tentu saja bukan disebabkan performa di lapangan. Sebab, dia baru saja membawa PSG memenangi quadruple dua bulan lalu. Donnarumma juga membukukan 56 kali nirbobol dari 161 laga bersama PSG.
“Sejak hari pertama aku di sini, aku selalu memberikan segalanya bagi tim ini. Terutama kepada para suporter. Tetapi, seseorang memutuskan bahwa aku tak lagi jadi bagian tim. Aku sangat kecewa dan sakit hati,” nukilan surat terbuka Donnarumma di media sosialnya.
Sekilas, PSG-lah yang kejam. Tetapi, tentu tidak akan ada asap tanpa api. Untuk situasi Donnarumma, sangat mungkin itu menyangkut perpanjangan kontraknya yang habis tahun depan.
Dengan peran yang krusial, kiper timnas Italia itu pasti ingin naik gaji. Saat ini, dia menerima EUR12 juta (Rp233 miliar) per musim.
Yang membuat PSG kesal, sangat mungkin Donnarumma ingin gajinya naik signifikan. Padahal, dilansir Sports Illustrated, PSG berencana memangkasnya di angka EUR9 juta (Rp174 miliar).
“Aku yang bertanggung jawab atas keputusan itu (menyingkirkan Donnarumma, Red) dan klub mendukungku sepenuhnya. Donnarumma salah satu kiper terbaik. Tetapi, kami butuh sosok lainnya sebagai kiper,” papar entraineur PSG Luis Enrique dikutip BBC.
Negosiasi yang buntu antara PSG dan Donnarumma membuat pihak klub memutuskan membeli Lucas Chevalier dari Lille OSC. PSG memilih melepas Donnarumma daripada menuruti permintaannya naik gaji atau gajinya enggan dipotong.
Bagi Les Parisiens, menuruti Donnarumma hanya akan menciptakan bom waktu yang lebih besar di masa depan. Tidak ada pemain yang lebih besar daripada klub, termasuk Donnarumma.
“Gigio sudah siap memangkas gajinya. Tetapi, PSG berubah pikiran lagi,” ucap agen Donnarumma, Enzo Raiola, kepada Sky Sports.
Yang diucapkan Raiola sangat mungkin merupakan ralat dari Donnarumma terhadap tawaran perpanjangan kontrak PSG. Sedangkan jawaban pertama Donnarumma sangat mungkin adalah dia menolak atau malah ingin naik gaji.
Nah, situasi kali ini mengingatkan Milanisti kepada Donnarumma lima tahun silam. Kala itu, AC Milan juga berjuang ekstrakeras memperpanjang kontrak Donnarumma. Tetapi, semua upaya buntu.
Donnarumma meminta EUR1 juta (Rp19,3 miliar) per bulan. Agennya, mendiang Mino Raiola, juga ingin komisi sebesar EUR20 juta (Rp386,7 miliar). Rossoneri akhirnya memilih menyudahi negosiasi dengan Donnarumma per 26 Mei 2021. Beberapa hari berselang, dia resmi ke PSG secara gratis.
Kini, Manchester City dilaporkan L’Equipe telah mencapai kesepakatan dengan Donnarumma. Dia akan menjadi figur penting bagi tim asuhan Pep Guardiola itu.
Tetapi, harus digarisbawahi bahwa “potensi” Donnarumma menciptakan siklus yang sama kepada City juga cukup besar. Dan itu bisa berdampak buruk bagi ruang ganti. Bola kini sepenuhnya ada di tangan City. (dio)






