Paris (beritajatim.com) – Kepergian Kylian Mbappe di awal musim sempat memunculkan prediksi bahwa Paris Saint-Germain (PSG) akan mengalami kesulitan mempertahankan dominasinya di kancah domestik.
Namun, anggapan itu dibantah tegas oleh tim asuhan Luis Enrique. PSG resmi mengunci gelar juara Ligue 1 setelah menundukkan Angers SCO dengan skor tipis 1-0 pada journee ke-28 di Parc des Princes, dini hari tadi.
Dengan tambahan tiga poin, Les Parisiens kini mengoleksi 74 poin. Posisi mereka tak mungkin lagi dikejar oleh pesaing terdekat, AS Monaco, yang baru mengumpulkan 50 poin. Dengan enam laga tersisa, PSG resmi menjadi kampiun Ligue 1 musim ini.
Tradisi PSG dalam mengunci gelar lebih awal kembali berlanjut. Kecuali musim 2019–2020, tim ibu kota Prancis ini tercatat sudah enam kali meraih titel Ligue 1 sebelum bulan Mei dalam tujuh musim terakhir. Gelar ini juga menjadi yang ke-13 sepanjang sejarah klub.
“Merayakan gelar juara pada awal April jadi bukti kualitas tim ini sangat tinggi,” papar Enrique dilansir L’Equipe.
Pelatih asal Spanyol itu mengisyaratkan ambisi yang lebih besar. Meski trofi domestik sudah digenggam, Enrique ingin timnya menyelesaikan musim tanpa satu pun kekalahan di Ligue 1. Ambisi tersebut belum pernah tercapai oleh tim mana pun dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Prancis.
Stabilitas performa PSG di Ligue 1 diharapkan bisa berimbas pada dua kompetisi lainnya: Liga Champions dan Coupe de France. Di Liga Champions, PSG telah melaju ke babak perempat final dan dijadwalkan menghadapi wakil Inggris, Aston Villa. Sementara di Coupe de France, Les Parisiens akan bertarung di partai final melawan Stade Reims pada 25 Mei mendatang.
Musim ini semakin membuktikan bahwa PSG bukan hanya soal bintang besar, tetapi tentang kolektivitas, kedalaman skuad, dan kepemimpinan pelatih yang visioner. [dio/suf]






