Tuban (beritajatim.com) – Debat publik perdana Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Cabup – Cawabup) Pemilihan Daerah Kabupaten Tuban tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban telah memilih tema Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah.
Diketahui, debat publik perdana dijadwalkan pada hari minggu 20 Oktober 2024 mendatang, yakni paslon nomor urut 01 H.Riyadi-Wafi Abdul Rosyid dan paslon nomor urut 02 Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono bakal memaparkan visi misinya masing-masing.
Ketua KPU Tuban Zakiyatul Munawaroh mengatakan, bahwa debat publik rencananya akan dilaksanakan sebanyak 3 kali yang mana debat perdana dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2024. Sedangkan, debat kedua dan ketiga pada bulan November 2024 mendatang.
“Secara teknis kami sudah koordinasi dengan LO masing-masing paslon dan rencananya kami ambil di jam malam pukul 19.00 Wib sampai selesai,” ucap Zakiyatul Munawaroh, Jumat (18/10/2024).
Ia menjelaskan, masing-masing paslon memaparkan visi misinya, selain itu berkaitan dengan tema debat publik yang sudah ditentukan yaitu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah.
“Untuk persiapannya sampai hari ini Insya Allah kedua LO dari paslon menyatakan hadir dan mudah-mudahan tidak ada halangan,” terang Zakiya sapanya.
Ia juga berharap nantinya debat berjalan dengan lancar, aman dan tertib. Sehingga, sesuai dengan tagline KPU Tuban Pilbup Tuban Adem Ayem. “Berkaitan dengan keamanan itu juga kami sudah koordinasikan bersama TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban,” bebernya.
Sebab, untuk massa dibatasi yang boleh masuk di aula debat, dan sudah disepakati oleh LO dan tim pemenangan, kata Zakiya selain Paslon maka tim pendukung maksimal hanya 30 orang.
Sebagai informasi, adapun 6 tema yang telah disiapkan KPU RI untuk debat publik yakni :
1. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
2. Memajukan Daerah
3. Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
4. Menyelesaikan Persoalan Daerah
5. Menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten/kota dan Provinsi dengan Nasional
6. Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Kebangsaan. [ayu/ted]






