Mojokerto (beritajatim.com) – Riak Sungai Ngotok berubah menjadi panggung semangat ratusan atlet saat Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Piala Gubernur Jawa Timur 2026 resmi dibuka di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kota Mojokerto. Ajang ini tak sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi pertemuan antara sport tourism, budaya, dan penggerak ekonomi lokal.
Sebanyak 12 kabupaten/kota ambil bagian dengan sekitar 350 atlet yang siap bertanding dalam 566 slot pertandingan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro.
Suasana langsung pecah ketika para kontingen memamerkan kekompakan dalam Lomba Perahu Naga yang melaju cepat membelah arus sungai. Cak Sandi (sapaan akrab, red.) menjelaskan, Kejurprov tahun ini memiliki nuansa berbeda karena dikolaborasikan dengan Mojotirto Festival, agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia.
“Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, namun bertepatan dengan Lebaran sehingga jadwalnya disesuaikan. Dan karena sama-sama berkaitan dengan air, akhirnya kita gabungkan dengan Kejurprov Dayung Piala Gubernur Jawa Timur 2026 agar lebih berdampak dan terasa gaungnya,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga strategi untuk menghidupkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ingin memastikan setiap event besar memberi efek nyata bagi pelaku usaha lokal.
“Kita ingin UMKM mendapatkan keuntungan sekaligus kepercayaan diri dari kegiatan seperti ini. Dua agenda ini harus bisa saling menguatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Ia menyebut tiga fokus utama, yakni mendorong masyarakat hidup sehat, meningkatkan prestasi, serta memperkuat kesejahteraan melalui olahraga.
“Ke depan, sport industry juga harus berkembang agar ekosistem olahraga semakin kuat dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas dan tampil maksimal, sehingga kejuaraan ini tidak hanya berdampak pada prestasi daerah, tetapi juga masa depan atlet,” tegasnya.
Kejurprov Dayung Piala Gubernur Jawa Timur 2026 akan berlangsung hingga 20 April di Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Sebanyak 24 nomor lomba dipertandingkan dalam kategori U-15, U-18, dan Open.
Lebih dari sekadar perlombaan, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi olahraga dayung di Jawa Timur sekaligus mendorong geliat pariwisata dan ekonomi lokal di Kota Mojokerto. [tin/kun]







