Blitar (beritajatim.com) – Candi Gambar Wetan terletak di Dusun Gambar Anyar Desa Sumberasri, Nglegok Kabupaten Blitar memiliki cerita sejarah yang cukup menarik. Konon katanya, Candi Gambar Wetan pernah menjadi tempat peristirahatan hingga pemujaan Raja Hayam Wuruk.
Raja ke 4 Majapahit yang memerintah sejak tahun 1350–1389 itu, diyakini pernah berdoa dan bersemedi di Candi Gambar Wetan. Namun demikian, kedatangan Hayam Wuruk itu belum bisa dibuktikan secara ilmiah.
Tidak ada bukti dana inskripsi yang membuktikan bahwa raja ke 4 Majapahit itu pernah berdoa di candi Gambar Wetan. Namun masyarakat Blitar meyakini bahwa Hayam Wuruk pernah melakukan pemujaan di candi yang berkonsep Hindu-Budha tersebut.
“Memang itu (Candi Gambar Wetan) sebagai tempat peribadatan atau pemujaan. Tapi belum ada prasasti atau data inskripsi sebagai bukti Hayam Wuruk pernah kesini, kalau ke Candi Penataran iya benar,” kata Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (Bapelbud) Wilayah XI Nugroho Harjo Lukito, Kamis (04/01/24).
Candi Gambar Wetan memang dikenal sebagai salah satu tempat pemujaan atau peribadatan yang ada di lereng Gunung Kelud. Hal itu dibuktikan dari bangunan candi yang menunjukkan adanya struktur tempat pemujaan.
Pemujaan atau peribadatan dilakukan dengan berorientasi pada Gunung Kelud yang dilakukan oleh umat Hindu. Hingga saat ini Candi Gambar Wetan sendiri masih digunakan sebagian umat Hindu beribadah.
Secara geografis, Candi Gambar Wetan yang berada di lereng Gunung Kelud dinilai memang cocok sebagai tempat peribadatan. Lokasinya yang berada di ketinggian dan jauh dari keramaian membuat Candi Gambar Wetan ini menjadi salah satu tempat favorit umat Hindu menggelar peribadatan.
Sementara itu, menurut para arkeolog status kecandian antara Candi Penataran dan Candi Gambar Wetan berbeda. Candi Penataran memiliki status candi kerajaan atau kenegaraan. Sedangkan candi Gambar Wetan memiliki status yang lebih kecil yaitu hanya sebagai tempat pemujaan.
“Kalau Candi Penataran status candinya kerajaan atau kenegaraan, sementara yang disini ini lebih kecil untuk pemujaan saja,” imbuhnya.
Candi Gambar Wetan memiliki konsep bangunan Hindu – Budha, dengan tiga halaman yang berbeda. Termasuk tangga masuk area candi pada halaman pertama dan halaman kedua berupa tempat peristirahatan sementara. Selanjutnya halaman ketiga (paling atas) terdapat empat bangunan candi induk, dengan tiga candi utama. [owi/aje]






