Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta jajaran bertolak dari Kabupaten Lamongan menuju Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu kemarin (17/5/2023).
Diketahui, kedatangan Bupati Yuhronur ke Kota Atambua Kabupaten Belu tersebut dalam rangka menghadiri undangan Hari Ulang Tahun (HUT) Pertama Paguyuban WBL (Warga Belu Lamongan), yang digelar di Gedung Graha Kirani.
Kedatangan orang nomor satu di Lamongan ini pun disambut meriah saat dirinya mendarat di Bandara A.A Bere Tallo Belu. Tak hanya oleh Paguyuban WBL, tapi juga oleh Pemerintah Kabupaten Belu, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin.
“Selamat datang Bapak Bupati Lamongan di Kabupaten Belu, kami mengapresiasi warga Lamongan yang ada di sini. Kami harap wadah ini bisa menjadi media pemersatu dan pembangunan. Semoga WBL semakin besar dan menebar manfaat untuk sesama. Saya juga menyampaikan permohonan maaf dari Pak Bupati dan Wabup Belu yang hari ini sedang ada agenda di luar kota, sehingga tidak bisa menjamu secara langsung,” kata Johanes, ditulis Kamis (18/5/2023).

Dalam kesempatan sama, Bupati Yuhronur menyampaikan terima kasihnya atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan Pemkab dan masyarakat Belu.
“Kami sangat tersentuh oleh sambutan hangat dan keramahan warga Belu Lamongan termasuk jajaran Pemkab Belu. Saya sangat terharu dan bahagia bisa datang dan bertemu langsung dengan warga Lamongan yang ada di Belu,” ujar Yuhronur.
Bupati Yuhronur melaporkan, terdapat 143 Kepala Keluarga asal Lamongan yang kini tinggal di kabupaten perbatasan Indonesia-Timor Leste itu. Dia yakin, warga Lamongan mampu memberikan kontribusi dan manfaat kepada sesama di mana pun mereka berpijak.
Selain itu, Yuhronur juga berpesan kepada warga Lamongan agar mampu beradaptasi dengan baik, mampu menjaga etika pergaulan dengan masyarakat di Belu, serta menghormati dan menjaga dengan baik adat istiadat setempat. Dia juga mengajak kepada Paguyuban WBL agar selalu memegang prinsip ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
“Keberadaan 143 KK ini membuktikan bahwa warga Lamongan bisa diterima di Belu. Semoga bisa terus memberikan manfaat dan kontribusi bagi pembangunan kota Belu. Kami juga titip warga Lamongan yang ada di Belu senantiasa diberikan ruang yang baik dalam beraktivitas,” tuturnya.

Lebih lanjut, di hadapan warga Lamongan yang berada di Belu, Yuhronur pun mengabarkan terkait perkembangan pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Dirinya menegaskan bahwa saat ini proses perbaikan jalan di Kabupaten Lamongan terus dilaksanakan secara bertahap. Bahkan, Yuhronur juga menyampaikan terkait rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara di Lamongan.
“Termasuk juga kita sampaikan tentang pelayanan administrasi yang lebih mudah dicetak di mana saja, berbagai prestasi yang telah ditorehkan Lamongan, layanan kesehatan masyarakat (Home Care Service), beasiswa pendidikan, serta peningkatan UMKM Lamongan yang lebih baik,” beber Yuhronur.
“Untuk itu, kami mohon dukungannya agar bersama Pak Kiai Rouf (Wabup Lamongan) dapat melaksanakan apa yang telah menjadi program kami. Yang sudah baik ayo terus dipertahankan, ayo dijaga citra Lamongan yang sudah baik dan megilan ini,” imbuhnya.
https://beritajatim.com/ekbis/blk-lamongan-gelar-lima-kelas-pelatihan-kompetensi/
Sementara itu, Ketua Paguyuban WBL, Faishol Silahuddin Ghoni mengungkapkan bahwa hadirnya Bupati Yuhronur di Belu merupakan suatu kebahagiaan dan mampu memberikan motivasi bagi warga Belu Lamongan. Dia berharap, momen ini bisa terus terjalin dengan baik pada tahun-tahun mendatang.
“Alhamdulillah kita sebagai warga Lamongan merasa bangga, seakan-akan dengan kehadiran Bapak Bupati ini menambah kesemangatan kita. Adanya rencana pembangunan ini menimbulkan semangat baru pak, jadi kita bisa memberi tahu teman-teman dan masyarakat lain, saling memberi informasi bahwa tidak lama lagi akan ada pembangunan jalan di daerah kami,” ungkapnya. [riq/but]






