Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyalurkan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada ratusan petani sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani di Kabupaten Kediri. Penyaluran dilakukan dalam agenda tasyakuran swasembada pangan, pada Kamis (5/2/2026).
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan, pada kesempatan tersebut Pemkab Kediri menyalurkan 51 unit traktor roda empat dan 19 unit traktor roda dua, ditambah sejumlah peralatan lain seperti hand sprayer untuk memenuhi kebutuhan petani di lapangan.
“Di tahun 2026 ini kita masih akan menyalurkan 150 sampai 190 alsinta lagi sesuai kebutuhan petani. Karena seperti traktor ini, ini untuk kalau mau menanam jagung, biasanya mereka sangat membutuhkan dan yang paling banyak dibutuhkan selain traktor roda empat adalah traktor roda dua,” ujar Mas Dhito, sapaan akrabnya.
Mas Dhito menjelaskan, besarnya bantuan alsintan yang diberikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendukung target swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden.
“Kami bersungguh-sungguh memenuhi target swasembada gula. Tahun ini ada sekitar 7.000 hektar lahan yang kami lakukan bongkar ratun. Dari situ pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan apresiasi dan keleluasaan kepada kami untuk semakin mensejahterakan petani,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kediri juga memberikan perhatian khusus kepada petani muda dari kalangan Gen Z dan Milenial sebagai upaya mendorong percepatan regenerasi petani.

Salah satunya, Muhammad Ilham Pratama (25), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Plemahan, yang menerima bantuan tambahan berupa laptop untuk mendukung kebutuhan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Agritec Milenial di wilayahnya.
“Kan saya itu anggota KUB dan saya itu salah satu anggota inti, gitu. Karena mungkin ada kendala di laptop. Ya, saya otomatis saya minta itu aja gitu, mungkin dari situ untuk ke depannya bisa buat proposal atau apalah, gitu kan,” jelas Ilham.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Sukadi, menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025 sarana dan prasarana pertanian yang telah disalurkan selain traktor meliputi 11 unit combine harvester, 301 unit sumur irigasi tanah dangkal, 6 unit pompa air, 11 unit hand sprayer, dan 2 unit rotavator.
Selain alsintan, bantuan benih padi juga telah disalurkan sebanyak 75 ton untuk lahan seluas 3.000 hektar, serta tambahan 73 ton pada Februari untuk lahan 2.922 hektar.
Dalam agenda tersebut, kembali diserahkan 30 unit traktor roda empat, 15 unit traktor roda dua, serta benih padi 73 ton kepada para petani.
Kegiatan tasyakuran dan penyaluran bantuan dihadiri 34 kepala desa serta 174 petani dari 70 kelompok tani, termasuk kelompok tani taruna, dan ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian tahun 2025 serta harapan peningkatan kesejahteraan petani pada 2026.
Mas Dhito berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Harapannya kalau saya sederhana, yang pertama produksi panennya bisa meningkat. Yang kedua, petani jangan didominasi oleh usia 50 tahun ke atas, tapi didominasi usia 40 tahun ke bawah dan itu sudah mulai terlihat tadi embrionya,” tandasnya. [ADV PKP/nm]






