Bondowoso (beritajatim.com) – Kabupaten Bondowoso meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang monitoring dan evaluasi Rencana Aksi Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (28/4/2025).
Penghargaan pertama diberikan atas keberhasilan Pemkab Bondowoso dalam integrasi dan penyusunan GDPK sesuai dengan Permendagri No. 18 Tahun 2020. Sedangkan penghargaan kedua diraih karena Bondowoso memiliki jumlah Sekolah/Madrasah Siaga Kependudukan (SSK) terbanyak se-Jawa Timur.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Anisatul Hamidah, membenarkan capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen daerah dalam pembangunan yang berwawasan kependudukan.
“Pengintegrasian GDPK ke dalam implementasi pembangunan kependudukan menjadi langkah penting,” kata Anisatul Hamidah kepada beritajatim.com, Selasa (29/4/2025).
Ia juga mengungkapkan rasa bangganya atas pengakuan terhadap Bondowoso sebagai pelopor pembangunan kependudukan melalui jalur pendidikan. “Kami juga bangga karena Bondowoso diakui sebagai pelopor pembangunan kependudukan lewat jalur sekolah,” imbuhnya.
Menurut Anisatul, program SSK tidak hanya menanamkan wawasan kependudukan sejak dini kepada pelajar, tetapi juga mendukung penurunan angka stunting, pencegahan perkawinan anak, serta upaya menekan angka putus sekolah.
“Dengan adanya GDPK, kami berharap pembangunan kependudukan di Bondowoso dapat dirancang untuk menyiapkan keluarga berkualitas demi terwujudnya ketahanan keluarga,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa ketahanan keluarga menjadi faktor utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. “Jika ketahanan ini terbangun kuat, maka berbagai persoalan sosial akibat kerentanan keluarga bisa ditekan dan cita-cita menciptakan generasi emas berkualitas akan lebih mudah tercapai,” pungkas Anis. [awi/beq]






