Bondowoso (beritajatim.com) – Perum Bulog Bondowoso menyiapkan 138 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar di 23 titik di wilayah Kabupaten Bondowoso.
Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 19 Agustus hingga September 2025, dengan pelaksanaan satu titik setiap hari.
Wakil Kepala Bulog Bondowoso, Tirto Panji Prasetyo, menjelaskan bahwa program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Polres, Kodim, dan pihak kecamatan.
“Setiap titik akan kita gelontorkan 6 ton beras SPHP kemasan 5 kilogram, harga Rp 11.400 per kilogram. Masyarakat bisa membeli maksimal dua zak atau 10 kilogram per orang,” ujarnya pada BeritaJatim.com, Jumat (15/8/2025).
Harga beras SPHP ini lebih murah dibandingkan harga beras medium di pasaran yang saat ini berkisar Rp 12.500 per kilogram.
Menurut Tirto, tujuan utama program ini adalah menjaga kestabilan harga beras di tingkat konsumen dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjangkau.
Ia menambahkan, pembelian beras SPHP akan menggunakan aplikasi berbasis KTP untuk memudahkan pendataan. Pengawasan di lapangan akan melibatkan aparat Polres dan Kodim. “Kalau ada masyarakat yang membeli lebih dari dua kali, itu di luar kewenangan kami,” tegasnya.
Beras SPHP yang digelontorkan dalam GPM ini berbeda dengan bantuan sosial (bansos), karena sifatnya penjualan umum. Bulog juga membuka peluang untuk menambah jumlah pasokan jika dibutuhkan. (awi/but)






