Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat jalinan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pada Senin (30/9/2024), Bank Jatim menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di Hotel Aston Bojonegoro.
MoU ini terkait Elektronifikasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang ditandatangani oleh SEVP Korporasi, Sindikasi, dan Kelembagaan Bank Jatim, Koerniawan Prijambodo, dan Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito.
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menyatakan bahwa elektronifikasi keuangan daerah ini sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital yang terus dilakukan di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk di Bojonegoro.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan yang modern dan efektif guna menunjang kemajuan daerah,” jelas Busrul.
Langkah ini juga mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan diharapkan dapat mempercepat penyerapan produk serta layanan digital BJTM.
Selain kerja sama dengan Pemkab Bojonegoro, pada Selasa (1/10/2024), Bank Jatim juga menandatangani MoU dengan Universitas Hayam Wuruk Perbanas terkait Kerja Sama Layanan Jasa Keuangan dan Tridarma Perguruan Tinggi.
Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi dengan Universitas Hayam Wuruk Perbanas, terutama dalam peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), layanan payroll, hingga fasilitas pembayaran UKT melalui QRIS,” kata Busrul
Menurutnya, sinergi ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi sektor pendidikan dan perbankan.
Rektor Universitas Hayam Wuruk Perbanas, Yudi Sutarso, menyambut positif kerja sama ini dan berharap kolaborasi tersebut dapat menciptakan ekosistem yang mendukung industri berkelanjutan di Indonesia.
“Kami percaya sinergi ini akan memberikan kontribusi nyata bagi kedua belah pihak dan bagi bangsa,” ungkapnya. [rea/beq]






