Bondowoso (beritajatim.com) – Banjir dan tanah longsor melanda Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Bondowoso, pada Minggu dini hari (29/6/2025). Bencana ini terjadi akibat luapan air dari mata air Gunung Gempit sekitar pukul 01.00 WIB, memicu kerusakan serius pada infrastruktur air bersih serta lahan pertanian warga.
Meski air tidak sampai masuk ke rumah penduduk, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, mengatakan bahwa jaringan utama air bersih sepanjang 500 meter dengan pipa berdiameter 3 inci mengalami kerusakan total.
“Untuk warga masih aman, air tidak masuk ke rumah. Tapi saluran air bersih dan lahan pertanian mengalami kerusakan. Hari ini kami lakukan pengecekan sarpras dan pemasangan karung isi tanah untuk menahan aliran air agar tidak masuk ke rumah,” jelas Sigit, Senin (30/6/2025).
Selain merusak jaringan air bersih, sekitar tiga hektare lahan pertanian milik Perkebunan PTP yang ditanami kentang dan tomat juga terdampak banjir lumpur. Sementara itu, tiga titik longsor ditemukan di lereng Gunung Gempit yang sempat mengancam akses jalan.
Genangan air setinggi 20 cm masih dilaporkan di sejumlah titik, khususnya di Dusun Jampit dan Krepekan. Kedua dusun ini menjadi wilayah terdampak langsung dengan total 421 Kepala Keluarga (KK) yang merasakan dampaknya.
Upaya tanggap darurat telah dilakukan dengan melibatkan Pusdalops, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta Agen Informasi Bencana. Warga turut aktif bergotong royong membangun tanggul darurat dan melakukan pembersihan sisa material lumpur.
Kepala Desa Jampit, Dedi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama warga dan kepala dusun telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi sumber mata air untuk memastikan kondisi terkini. Dari hasil peninjauan ditemukan lima lonjor pipa paralon RRJ ukuran 3 dim mengalami kerusakan.
“Debit air masih sama seperti kemarin. Yang rusak sekitar lima lonjor pipa. Kami butuh orang banyak untuk kerja bakti,” ujar Dedi.
Kerja bakti massal rencananya akan dilakukan pada Selasa (1/7/2025), melibatkan warga Dusun Krepekan dan Dusun Jampit guna mempercepat perbaikan jaringan air bersih dan meminimalkan risiko banjir susulan.
BPBD Bondowoso juga telah meminta dukungan tambahan berupa pasokan air bersih dan bantuan pemulihan jaringan listrik yang turut terdampak akibat longsor.
Hingga kini pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan menghitung nilai kerugian. Mengingat wilayah Ijen dikenal sebagai sentra produksi hortikultura serta sumber air utama bagi kawasan sekitar, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. [awi/beq]






