Jombang (beritajatim.om) – Pj (Penjabat) Bupati Jombang Sugiat tetap optimistis mendapatkan rekom partai untuk maju dalam Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024. Namun demikian pihaknya enggan menyebut partai mana yang dimaksud.
Dinamika politik menjelang Pilkada Jombang sendiri terus berubah. Peta terakhir, pasangan Munjidah Wahab-Sumrambah siap maju dalam kontestasi lima tahunan itu. Mundjidah mengklaim mendapat dukungan dari PPP, Partai Demokrat, serta PDIP.
Bahkan, PPP dan Partai Demokrat sudah memberikan surat tugas untuk Bupati Jombang periode 2018-2023 ini. Sedangkan PDIP mengundang Mundjidah-Sumrambah ke kantor DPD PDIP Jatim pada Senin (15/7/2024).
Berdasarkan hasil Pemilu 2024, PPP mendapatkan empat kursi, Partai Demokrat enam kursi dan PDIP 10 kursi. Tentu saja, tiket dari koalisi tiga partai ini sudah cukup untuk mendaftarkan pasangan ini ke KPU setempat. Karena jumlah totalnya 20 kursi.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mojokrapak Kecamatan Tembelang juga terus mendulang dukungan dari sejumlah parpol. Di antaranya PKB sebanyak 12 kursi, Partai Gerindra delapan kursi dan PKS tiga kursi.
Tiga partai dengan jumlah total 23 kursi ini juga sudah memberikan surat tugas kepada Warsubi untuk maju di Pilkada Jombang 2024. Jumlah tersebut juga lebih dari cukup untuk persyaratan maju Pilkada.
Praktis hanya dua partai pemilik kursi di DPRD Jombang yang belum menjatuhkan pilihan, yakni Partai Golkar dan Partai Nasdem. Golkar mengantongi lima kursi dan Nasdem dua kursi. Total tujuh kursi tersebut belum memenuhi syarat untuk mengusung cabup/cawabup sendiri.
Lantas Sugiat maju lewat partai apa? Mengingat dirinya sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Kemendagri karena hendak maju Pilkada. “Kalau kita lihat semua masih berpeluang. Semuanya belum ada yang mendapatkan rekom dari DPP. Sampai saat ini masih berupa surat tugas,” kata Sugiat ketika disinggung peluangnya maju Pilkada.
Sugiat mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki peluang dari partai mana saja. Karena selama dirinya bukanlah kader partai. Sugiat juga menegaskan bahwa dirinya sudah melaukan komunikasi dengan semua partai politik.
Namun demikian Sugiat menyadari bahwa komunikasi itu tidak harus dilakukan secara langsung. Hal itu mengingat dirinya masih berstatus ASN. “Bahkan Golkar pernah menawari saya untuk menjadi fungsionaris,” katanya.
Apakah Sugiat masih optimistis untuk mendapatkan rekom partai dalam Pilkada 2024? “Kalau saya tidak optimis, saya tidak akan mundur sebagai Pj. Saya mundur sebagai Pj Bupati Jombang dalam rangka untuk maju (Pilkada),” urainya.
Sugiat juga mengungkapkan bahwa kariernya di BIN (Badan Intelejen Negera) masih ada waktu tiga tahun. Karier itu dibangun sejak 1991 atau sekitar 33 tahun. “Saya rela korbankan itu. Padahal saya berkarir di BIN sudah 33 tahun,” katanya merinci.
Sugiat Kembali menegaskan bahwa seluruh cabup/cawabup di Jombang belum ada yang mendapatkan rekom secara resmi dari partai. Mereka hanya sekadar mendapatkan surat tugas. “Surat tugas itu masih bisa berubah. Kan belum resmi rekom,” lanjutnya.
Disinggung soal pengunduran dirinya sebagai Penjabat (Pj) Bupati Jombang, Sugiat menjelaskan bahwa surat tersebut dikirim pada 2 Juli 2024 ke Kemendagri. Namun persetujuan atas surat pengunduran diri tersebut belum turun hingga sekarang.
“Sampai saat ini saya belum mendapatkan SK, apakah pengunduran diri saya itu disetujui atau tidak. Sekali lagi, sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi itu,” ungkap Sugiat lagi. [suf]






