Jombang (beritajatim.com) – Pilbup (Pemilihan Bupati) Jombang yang digelar November 2024 mendatang terus menunjukkan perkembangan. Bakal calon terus bermunculan. Salah satunya adalah Bupati Jombang periode 2018-2023 Mundjidah Wahab.
Bukan hanya melalui PPP (Partai Persatuan Pembangunan), namun Munjidah juga mendaftar melalui Partai Demokrat. Namun bukan DPC Partai Demokrat Jombang. Munjidahyang juga Ketua DPW PPP Jawa Timur ini mendaftar melalui DPD Partai Demokrat Jatim.
Jika dua parpol tersebut membangun koalisi, maka bisa mengusung calon sendiri. Dalam Pemilu 2024, PPP Jombang mendapatkan 4 kursi, sedangkan Demokrat Jombang mendulang 6 kursi. Praktis dari dua parpol ini sudah terkumpul 10 kursi.
Ketua DPC PPP Jombang Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema membenarkan bahwa Hj Mundjidah Wahab telah mendaftar lewat Demokrat. Dia juga mengatakan bahwa sang ibunda mendaftar melalui DPD Partai Demokrat Jatim.
“Kami mendaftar melalui DPD Partai Demokrat Jatim. Karena pendaftaran di DPC Partai Demokrat Jombang sudah tutup,” kata Ning Ema Ketika dikonfirmasi, Senin (3/6/2024).
Dengan mendaftarnya Mundjidah melalui Demokrat, berarti kandidat yang ikut penjaringan di parpol berlambang bintang mercy ini bertambah. Kini ada enam kandidat yang berebut rekom dari Partai Demokrat.
Mereka adalah Warsubi Ketua AKD Jombang, Sumrambah Wakil Bupati Jombang periode 2018-2023, Zahrul Azhar (Gus Hans), KH Salmanuddin Yazid (Gus Salman) Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung, Achmad Rifai yang mendaftar lewat DPP dan terakhir Bupati Jombang periode 2018-2023 Mundjidah Wahab.
Hanya saja, Ketua DPC Demokrat Jombang M Syarif Hidayatulloh (Gus Sentot) engganmembeber ecara vulgar bahwasannya Mundjiah mendaftar. Dia hanya mengatakan bahwa orang yang mendaftar melalui DPD Partai Demokrat Jatim adalah seorang Ibu Nyai.
“Penjaringan bakal calon bupati yang dibuka demokrat di tingkat kabupaten sudah ditutup. Empat nama juga sudah kami setor ke DPP Demokrat. Namun dalam perkembangannya, bertambah dua bakal calon yang mendaftar lewat DPD dan DPP Demokrat,” katanya.
Pria yang Kembali terpilih menjadi anggota DPRD Jombang ini menilai, ketika ada calon yang mendaftar lewat DPD atau DPP adalah wajar. “Meski tingkat kabupaten sudah ditutup. Kalau kami dapat instruksi menerima pendaftaran bakal calon A misalnya, ya bisa bisa saja kalau ada arahan dari DPP,” pungkasnya. [suf]






