Blitar (beritajatim.com) – Kasus campak telah masuk ke Kabupaten Blitar di awal 2023 ini. Hal itu dibuktikan dengan temuan anak berusia 22 bulan yang terdeteksi suspek campak.
Balita asal Kecamatan Sutojayan mengalami ruam merah di sekujur tubuhnya. Bahkan, balita itu harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar.
“Jadi kalau campak sudah ada tapi hanya satu yakni balita berusia 22 bulan asal kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, ditulis Kamis (26/1/2023).
Dinkes Blitar belum mengetahui pasti penyebab balita 22 bulan tersebut terpapar campak dari mana. Balita 22 bulan itu kini telah diizinkan pulan dari rumah sakit setelah menjalani perawatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah mengambil sampel penyakit dari balita 22 bulan tersebut. Selanjutnya sampel tersebut oleh Dinkes dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut apakah itu benar campak atau bukan.
“Kami sudah mengirim sampel anak tersebut ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk mengetahui lebih lanjut apakah itu benar campak atau bukan,” imbuhnya.
Anggit menjelaskan bahwa penyebaran penyakit campak ini begitu cepat. Sehingga masyarakat diharapkan lebih waspada dan menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit campak.
Adapun ciri-ciri penyakit campak adalah sebagai berikut :
1. Demam
2. Batuk Kering
3. Pilek
4. Sakit tenggorokan
5. Mata meradang
6. Rumah kulit yang tampak seperti bercak besar.
7. Bintik-bintik putih kecil dengan bagian tengah putih kebiruan dengan latar belakang merah muncul di dalam mulut, tepatnya lapisan dalam pipi.
Fase infeksi campak biasanya muncul dalam jangka waktu yang berdekatan antara 2 hingga 3 Minggu saja. Adapun fase infeksi penyakit campak tersebut adalah sebagai berikut :
1. Infeksi dan Inkubasi.
Infeksi ini akan berlangsung Selama 10 hingga 14 hari pertama setelah terinfeksi, virus campak mulai berkembang. Penderita mungkin tidak mengalami gejala campak pada tahapan ini.
2. Tanda dan gejala non spesifik.
Penyakit Campak biasanya dimulai dengan demam ringan hingga sedang, sering juga disertai dengan batuk secara terus menerus, pilek, mata meradang, dan sakit tenggorokan. Kondisi ini relatif ringan dan berlangsung dua atau tiga hari.
3. Penyakit campak berlangsung dan ruam akut.
Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil, beberapa ruam terasa sedikit menonjol. Bercak dan benjolan yang berkumpul membuat kulit tampak kemerahan. Kulit wajah seperti mengalami pecah-pecah.
“Penularan penyakit campak ini sangat cepat makanya orang tua harus waspada, kalau kami mengimbau semua fasilitas kesehatan untuk segera melaporkan bila terdapat kasus,” kata Anggit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga tengah melakukan upaya pencegahan penyakit campak dengan penggencaran vaksinasi campak dan rubella. Hal itu menjadi penting di tengah melonjaknya kasus campak di sejumlah daerah di Indonesia.
Meski memiliki penyebaran yang cepat namun penyakit campak ini tergolong rendah angka kematiannya. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dan hanya cukup menerapkan pola hidup sehat ditambah dengan imunisasi campak dan rubella agar terhindar dari penyakit campak. [owi/beq]






