Surabaya (beritajatim.com) – Microsleep, fenomena tidur singkat tanpa disadari, menjadi perhatian utama para pakar kesehatan karena potensinya menimbulkan bahaya yang serius.
Hal ini terutama bagi para pengemudi dan pekerja yang butuh fokus tinggi. Dalam beberapa detik, seseorang bisa tertidur tanpa sadar dan kehilangan kontrol penuh atas diri mereka.
Kejadian ini, meskipun berlangsung hanya 1 hingga 30 detik, bisa berakibat fatal ketika terjadi di situasi yang membutuhkan konsentrasi, seperti saat mengemudi atau mengoperasikan alat berat. Namun, apa sebenarnya microsleep ini? Serta bagaimana bisa terjadi?
Apa Itu Microsleep?
Microsleep adalah kondisi di mana otak “mati” atau berhenti berfungsi dalam sekejap akibat kelelahan. Meskipun seseorang tampak sadar atau matanya tetap terbuka, kondisi ini sering menyerang mereka yang kurang tidur, bekerja terlalu keras, atau terjebak dalam rutinitas monoton.
Tanda-tanda microsleep mencakup kedipan mata yang lambat, hilangnya fokus, hingga kepala terkulai sejenak tanpa disadari.
Menurut data dari National Sleep Foundation, microsleep adalah salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas yang berkaitan dengan kelelahan. Tidak jarang, kendaraan yang tiba-tiba keluar jalur atau menabrak pembatas jalan disebabkan oleh pengemudi yang mengalami microsleep.
Pada lingkungan kerja, microsleep juga berisiko tinggi saat pekerja mengoperasikan mesin karena bisa menyebabkan cedera atau kerusakan peralatan.
Gejala Microsleep yang Perlu Diwaspadai
Berikut ini beberapa tanda seseorang mungkin mengalami microsleep:
– Mengalami sentakan tubuh atau kepala secara tiba-tiba.
– Tidak ingat hal yang baru saja terjadi, padahal tidak sedang melamun.
– Menguap berulang kali.
– Kelopak mata terasa berat atau berkedip berlebihan.
– Kehilangan fokus atau bingung saat diajak bicara.
– Arah kendaraan keluar jalur tanpa disadari.
– Tidak mendengar percakapan di sekitar.
– Tidak ingat apa yang terjadi 1–2 menit sebelumnya.
– Tiba-tiba menjatuhkan barang yang sedang dipegang.
– Kehilangan kontrol postur tubuh hingga kepala terjatuh.
– Penyebab Microsleep yang Perlu Diperhatikan
Microsleep bisa dipicu oleh berbagai faktor, antara lain:
– Kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas.
– Gangguan tidur seperti sleep apnea.
– Kondisi kesehatan seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
Kelebihan berat badan.
Masalah psikologis seperti depresi atau gangguan kecemasan.
Efek samping obat-obatan tertentu, termasuk antihistamin.
Penyalahgunaan alkohol atau narkoba.
Meskipun microsleep yang terjadi saat bersantai mungkin tidak berbahaya, situasi ini bisa menjadi ancaman serius jika terjadi saat mengemudi atau saat bekerja dengan peralatan berat. Untuk mengurangi risiko, pastikan kalian cukup tidur sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.[mnd/aje]






