Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang kakek warga Dusun Mojojejer, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto terjebur ke dalam sumur. Korban Khoirul Anam (64) terjebur sumur sedalam ± 25 meter setelah mengecek bangkai tikus yang ada di dalam sumur.
Sebelumnya, korban mencium bau kurang sedap dari dalam sumur miliknya sekira pukul 07.00 WIB. Setelah di cek ternyata ada bangkai tikus mati di dalam sumur miliknya yang ada di dalam rumah bagian belakang, saat diambil dengan timbah bangkai tikus tersebut tenggelam kembali ke dalam sumur.
Sekira pukul 14.00 WIB, korban masuk ke dalam sumur dengan maksud mengambil bangkai tikus tersebut. Namun sampai di tengah sumur, korban kelelahan dan tubuhnya gemetar sehingga korban terjatuh ke dalam sumur sedalam ± 25 meter tersebut. Beruntung saat korban terjatuh ke dalam sumur, menantu korban melihat.
Sehingga menantu korban meminta pertolongan kepada warga sekitar dan perangkat desa. Perangkat desa kemudian menghubungi Polsek Kutorejo untuk minta bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
Komandan Regu Damkar, BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto mengatakan, ada dua petugas secara bergantian masuk ke dalam sumur untuk mengangkat tubuh korban. “Kita menggunakan tali tampar panjang ada 100 meter lebih untuk mengangkat tubuh korban ke atas,” ungkapnya, Minggu (29/9/2024).
Masih kata Sukamto, satu petugas masuk ke dalam sumur dan mengikatkan tali tampar ke tubuh korban kemudian naik ke atas. Sementara petugas dibantu potensi relawan di atas sumur menarik tubuh korban ke atas. Beruntung air sumur tidak terlalu dalam diduga karena musim kemarau sehingga tubuh korban tidak tenggelam.
“Untuk diameter sumur ± 1,5 meter, iya masih bisa untuk dua orang masuk tapi ya sesek (berdesakan). Sehingga petugas masuk secara bergantian, sudah tertali petugas naik kemudian baru korban ditarik ke atas. Air ketinggian ± 1 meter, iya orangnya berdiri masih kelihatan dari atas. Butuh waktu sekitar satu jam,” katanya.
Karena lanjutnya, sumur berada di dalam rumah sehingga menyulitkan petugas untuk menarik tubuh korban ke atas. Sehingga petugas meminta yang tidak berkepentingan tidak berada di sekitar lokasi sumur untuk memudahkan petugas mengangkat tubuh korban dari dalam sumur.
“Alhamdulilah korban selamat, korban sadarkan diri. Respon kesadaran dirinya bagus cuma kesulitannya penolong pertama, petugas yang pertama masuk ke dalam sumur kekurangan oksigen karena memang terlalu dalam. Petugas yang kedua yang bisa mengikatkan tali tampar ke tubuh korban tapi lemes, alhamdulilah bisa tertolong,” ujarnya.
Sukamto menjelaskan, petugas yang masuk ke dalam sumur ada dua orang yang secara bergantian. Dua petugas tersebut memang memiliki keahlihan dan beruntung dua petugas tersebut tidak sampai harus menjalani perawatan. Pihaknya mengucapkan terima kasih potensi relawan yang turut membantu.
“Damkar BPBD, LPBNU, potensi relawan tapi petugas yang berperan masuk ke dalam sumur dua orang. Buanyak yang bantu narik, bantu ini, bantu itu ya kurang lebih ada 30 orang lebih. Teman-teman relawan semua datang, alhamdulilah. Kolaborasi teman-teman relawan, TNI-Polri dan masyarakat juga. Beruntung korban selamat,” jelasnya.
Sekira pukul 16.20 WIB, tubuh korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur sedalam ± 25 meter. Korban yang berhasil ditarik ke atas kemudian dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]







