Lamongan (beritajatim.com) – Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kabupaten Lamongan, dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepastian itu didapat setelah Sat Reskrim Polres Lamongan bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Salah satu lokasi yang diperiksa adalah SPBU 54.622.24 di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan.
“Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, stok BBM di SPBU tersebut terpantau aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan. Harga jual juga masih sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, Kamis (19/2/2026).
Rizky merinci, harga BBM jenis Pertalite Rp10.000 per liter. Kemudian Pertamax 92 dijual dengan harga Rp11.800 per liter, Pertamax Green 95 dijual Rp12.450 per liter, Pertamax Turbo 98 Rp13.400 per liter, sedangkan Pertamina Dex dijual dengan harga Rp13.500 per liter.
“Secara umum, stok BBM di wilayah Kabupaten Lamongan dalam kondisi stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan,” tuturnya.
Selain memastikan ketersediaan, tim gabungan juga melakukan pengecekan kualitas BBM. Pemeriksaan dilakukan pada tandon Pertalite menggunakan stik yang diolesi pasta air, untuk memastikan tidak ada campuran bahan lain. Hasilnya, BBM dinyatakan aman dan tidak tercampur zat asing.
Pengujian takaran liter pada mesin pompa juga dilakukan menggunakan bejana ukur oleh petugas Diskoperindag. Hasil pengukuran menunjukkan takaran sesuai standar dan aturan yang berlaku.
“Kami mengimbau pemilik SPBU agar mendistribusikan BBM bersubsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah penyimpangan, terutama di momen meningkatnya kebutuhan masyarakat seperti awal Ramadan,” ucapnya. (fak/aje)






