Sampang (beritajatim.com) – Lantaran hujan mulai turun, para petani mulai bercocok tanam.Sejumlah lahan pertanian mulai dibajak. Hal itu karena hampir 99 persen lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sampang, mengunakan sistem tadah hujan.
“Semoga ke depan intensitas hujan di Sampang normal, agar kita bisa mengarap ladang,” ujar Mashudi, salah satu petani di Dusun Masaran, Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Minggu (7/1/2024).
Ditanya apa yang ditanam awal musim penghujan tahun ini? ia mengatakan bahwa kebiasaan petani Sampang pada awal membajak lahan ditanami padi. Sebab, saat musim penghujan kebutuhan air cukup.
“Biasanya awal musim penghujan kita menanam padi, karena kebutuhan air mencukupi tanaman, tetapi sebagian warga juga ada yang memilih untuk menanam jagung tergantung bagaimana mensiasati aliran air hujan,” imbuhnya.
Terpisah menurur Umar petani lainya berharap intensitas hujan berangsur stabil. Sebab, jika benih padi yang sudah tabur lantas kekurangan air maka bisa gagal tumbuh dan akhirnya merugi.
“Harapan kami hujan yang turun terus stabil sesuai kebutuhan tanaman agar petani yang mengadalkan air hujan bisa bercocok tanam hingga musim panen tiba,” pungkasnya.
Pantauan di sejumlah lahan pertanian tadah hujan, seluruhnya telah dibajak oleh pemilik lahan, area perbukitan yang ada di Kecamatan Torjun. [sar/aje]






