Gresik (beritajatim.com) – Pemilihan umum serentak masih satu tahun lagi. Tahapan pemilihan umum sudah mulai. Salah satunya perekrutan pengawas kelurahan/desa (PKD). Masyarakat yang ingin proses seleksi itu sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik, tercatat ada 1.157 peserta.
“Kami sudah melakukan proses seleksi. Mulai dari tes administrasi. Kemudian dilanjutkan tahap seleksi wawancara yang digelar 31 Januari hingga 2 Februari 2023,” ujar Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Gresik, Maslukin, Sabtu (21/01/2023).
Ia menambahkan, nantinya tim panitia seleksi hanya menjaring 356 PKD yang ditempatkan di kelurahan atau desa. Mereka bertugas berkordinasi dengan Panwascam.
“Kami mengapresiasi antusias masyarakat yang ikut berpartisipasi. Tercatat, sebanyak 1.157 peserta yang sudah ikut berpartisipasi. Rinciannya, 594 pendaftar laki-laki dan 563 pendaftar perempuan. Sementara total pendaftar tertinggi dari Kecamatan Balongpanggang dengan jumlah mencapai 88 peserta,” imbuhnya.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik juga telah menyelesaikan tahapan tes wawancara terhadap 2.417 calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS). Nantinya, para peserta akan bersaing memperebutkan 1.068 kuota anggota PPS.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
“Kami butuh tiga personil tiap desa dari jumlah 356 desa/kelurahan di Kabupaten Gresik,” kata Komisioner KPU Gresik Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun.
Rekrutmen itu lanjut dia, dilakukan secara terbuka untuk mendapatkan tiga orang PPS yang memiliki integritas. Terlebih, seluruh proses tahapan dan informasi dapat melalui website melalui siakba.kpu.go.id.
“Petugas PPS ini, adalah ujung tombaknya KPU dalam kesuksesan Pemilu serentak di tahun 2024,” tandasnya. [dny/but]






