Blitar (beritajatim.com) – Inilah alasan kanker payudara masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi para perempuan di wilayah Kabupaten Blitar.
Tercatat selama 2,5 bulan ini, ada 100 perempuan di Kabupaten Blitar yang terjangkit penyakit kanker payudara. Mayoritas penderita kanker payudara ini pun masih berusia produktif yakni antara 30 hingga 45 tahun.
Kondisi itu tentu mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun meminta para ibu dan remaja putri agar aktif melalukan pemeriksaan jika merasakan gejala awal penyakit kanker payudara.
“Ada seratus perempuan di Kabupaten Blitar yang terjangkit penyakit payudara,” kata Hyndra Satria, Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Dinkes Kabupaten Blitar, Sabtu (23/03/24).
Penyakit Paling Menakutkan
Berikut beberapa alasan penyakit kanker payudara bisa menjadi menakutkan bagi perempuan, salah satunya juga berdampak pada psikologis.
1. Prevalensi Tinggi
Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak dialami oleh perempuan di dunia, termasuk di Indonesia1.
2. Diagnosis dan Pengobatan Terlambat
Banyak kasus berakhir dengan kematian karena diagnosis dan pengobatannya terlambat. Sebagian besar (60-70%) penderita kanker payudara mendatangi layanan kesehatan ketika telah berada pada stadium lanjut dan terindikasi sel kanker telah menyebar pada organ tubuh lain.
3. Dampak Psikologis
Kanker payudara tidak hanya bisa menimbulkan gejala fisik yang menyakitkan, bahkan membahayakan nyawa, tetapi juga dapat mengakibatkan efek psikologis yang menurunkan semangat hidup pengidapnya.
4. Pengetahuan yang Kurang
Tingginya pendidikan perempuan tidak menjamin bahwa mereka memiliki pengetahuan yang memadai terkait kanker payudara1.
5. Faktor Risiko
Kanker payudara terjadi karena adanya mutasi yang dipicu oleh hormon estrogen.
Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan melakukan pemeriksaan medis ketika mengalami gejala kanker payudara.
“Mayoritas itu sudah telat ketika melakukan pemeriksaan itu sudah berada di stadium lanjut,” tegasnya.
Penyebab Kanker Payudara
Adapun kanker payudara terjadi ketika sel-sel di payudara tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Sel-sel ini membelah dengan cepat dan berkumpul hingga membentuk benjolan.
Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya kanker payudara:
1. Faktor Genetik
Adanya mutasi genetik tertentu dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
2. Gaya Hidup dan Lingkungan
Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan obesitas dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
3. Faktor Hormonal
Wanita yang menstruasi terlalu dini (usia 12 tahun ke bawah) atau menopause terlambat (usia 55 tahun ke atas) memiliki risiko yang lebih tinggi.
4. Terapi Hormon
Penggunaan terapi pengganti hormon estrogen dan progesterone dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
5. Riwayat Kesehatan
Wanita yang pernah memiliki kanker payudara atau memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga memiliki risiko yang lebih tinggi.
Perlu diingat bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mendapatkan kanker payudara. Banyak wanita yang memiliki faktor risiko tetapi tidak pernah terkena kanker payudara, dan sebaliknya
“Ada faktor genetik namun yang paling banyak adalah faktor konsumsi makanan-makanan cepat saji dan pola hidup yang tidak sehat,” beber Hyndra.
Cara Mencegah Kanker Payudara
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker payudara.
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Wanita yang mengalami obesitas setelah masa menopause memiliki risiko terkena kanker payudara 20–40% lebih tinggi dibanding wanita dengan berat badan normal1.
2. Mengonsumsi Makanan Sehat
Pola makan sehat dengan mengutamakan asupan buah, sayuran, kacang-kacangan termasuk kacang kedelai, minyak sehat, dan antioksidan yang tinggi, dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara.
3. Rajin Berolahraga
Aktif secara fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara. Standar untuk melakukan olahraga intensitas sedang, seperti bersepeda dan jalan cepat, adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.
4. Lakukan Skrining atau Pemeriksaan Payudara Secara Berkala
Setiap mandi, kenali payudara sendiri dan segera waspadai jika ada perubahan yang mengarah pada ciri-ciri kanker payudara.
5. Hindari atau Batasi Minum Alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
“Penyakit kanker ini tidak bisa dicegah dalam waktu seketika namun memerlukan proses untuk penerapan gaya hidup sehat dalam jangka waktu panjang,” tutupnya.
Perlu diingat bahwa mencegah bukan berarti menjamin tidak akan terkena kanker payudara, tetapi dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini. (owi/ian)






