Blitar (beritajatim.com) – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar dibakar massa. Ruang Pimpinan, Banggar, hingga gedung Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar sempat terbakar meski api bisa dipadamkan.
Sejumlah fasilitas yang ada di gedung DPRD Kabupaten Blitar pun dirusak. Bahkan sejumlah perlengkapan seperti televisi, AC hingga komputer pun ikut di ambil oleh massa pengunjuk rasa. Beruntungnya sejumlah berkas penting milik DPRD Kabupaten Blitar sudah diamankan terlebih dahulu.
Sehingga kemungkinan adanya berkas penting rusak atau terbakar pun bisa diminimalisir. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriyadi.
“Untungnya berkas-berkas penting itu sore sudah kita amankan,” tegas Supriyadi, Minggu (31/08/2025).
Pembakaran gedung DPRD Kabupaten Blitar ini terjadi pada Minggu (31/08/2025) dini hari. Massa yang berjumlah ratusan langsung melakukan perusakan dan pembakaran.
Bahkan beberapa di antara melakukan penjarahan. Meski ada pengamanan dari pihak terkait, namun luapan emosi pengunjuk rasa tak bisa dibendung.
“Kalau saya amati ada 4 gelombang pengunjuk rasa itu, yang terakhir itu jumlahnya luar biasa,” bebernya.
Kerugian akibat kejadian itu pun kini belum bisa ditaksir. Saat ini pihak-pihak terkait masih fokus pada pembersihan puing-puing dan penyelidikan aksi yang berujung pada perusakan dan penjarahan tersebut.
“Nanti kalau barang yang hilang nanti kita akan koordinasi dengan pihak keamanan. Ini nanti juga akan ada rapat bersama forkopimda terkait hal ini,” tandasnya. [owi/aje]






