Seoul (beritajatim.com) – Lamine Yamal hanya butuh dua laga untuk membuktikan bahwa dia cocok mengenakan nomor 10. Pada laga keduanya dengan nomor keramat itu, Yamal mencetak dua gol ketika FC Barcelona baru saja mengalahkan FC Seoul 7-3 pada laga pramusim.
Hebatnya lagi, dua gol wide attacker 18 tahun itu semuanya tercipta pada 45 menit pertama. Yang pertama tercipta pada menit ke-14 dan yang kedua terjadi beberapa saat sebelum turun minum. Dia digantikan oleh Roony Bardghji sejak babak kedua dimulai.
Laga yang dimainkan di Seoul World Cup Stadium itu jadi yang kedua bagi Yamal menyandang nomor 10. Laga debutnya terjadi ketika FCB mengalahkan Vissel Kobe 3-1 (27/7).
Sama seperti laga malam ini, kala itu Yamal juga hanya main di 45 menit. Bedanya, dia tidak berkontribusi dalam gol FCB ketika menghadapi Vissel.
“Yamal tipikal pemain yang menentukan jalannya pertandingan. Kami telah menyaksikan itu sejak musim lalu. Untungnya, dia ada di pihak kami,” ujar entrenador FCB Hans-Dieter Flick dikutip Mundo Deportivo.
Dan, bukan Yamal namanya jika tidak membuat sensasi. Pada gol pertamanya di menit ke-14, dia melakukan selebrasi unik seperti prosesi mengenakan mahkota raja di kepalanya.
Selebrasi itu di sepak bola mungkin jadi hal baru. Tetapi, tidak demikian di basket. Selebrasi tersebut lebih dulu dipopulerkan oleh LeBron James dua tahun lalu. Ya, James memang jadi salah satu idola Yamal.
Melalui gestur selebrasi tersebut, secara implisit Yamal ingin mengatakan bahwa dia adalah raja baru FCB dengan nomor 10. Sebelumnya, status tersebut jadi milik Lionel Messi yang, lagi-lagi, merupakan idola Yamal.
Messi mengenakan nomor 10 sejak 2008 hingga 2021. Dengan nomor tersebut, dia memenangi semuanya. Termasuk 7 dari 8 Ballon d’Or. Hal serupa bakal jadi misi Yamal mulai musim ini. (dio)






