Madrid (beritajatim.com) – Vinicius Junior kembali mengalami mimpi buruk saat menghadapi Valencia CF. Dalam laga jornada ke-30 La Liga yang berlangsung di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, penyerang sayap Real Madrid itu gagal mengeksekusi penalti krusial di menit ke-13. Kegagalan tersebut menjadi momen penting yang mengubah jalannya pertandingan, di mana Real Madrid akhirnya tumbang 1-2 dari tim tamu.
Sebelum pertandingan ini, Vini – sapaan akrab Vinicius – memang memiliki rekam jejak buruk saat melawan Los Che. Ia sudah dua kali diusir keluar lapangan alias mendapat kartu merah dalam pertemuan sebelumnya kontra Valencia.
Kali ini, meskipun tidak diwarnai kartu merah, Vini kembali menjadi sorotan akibat gagal menuntaskan penalti yang bisa saja membuat Real Madrid unggul lebih dulu.
Penalti diberikan oleh wasit Guillermo Cuadra setelah terjadi pelanggaran oleh bek Valencia Cesar Tarrega terhadap striker Real, Kylian Mbappe. Keputusan penalti ini sempat ditinjau lewat VAR sebelum akhirnya disahkan.
Sayangnya, eksekusi Vini berhasil ditepis oleh kiper Valencia, Giorgi Mamardashvili. Momentum itu langsung dimanfaatkan tim tamu untuk membalikkan keadaan. Hanya dua menit setelah kegagalan penalti, Mouctar Diakhaby mencetak gol yang membuat Valencia unggul 1-0.
Vini sempat membayar lunas kesalahannya dengan mencetak gol penyama di menit ke-50, namun Hugo Duro memastikan kemenangan Los Che dengan gol telat di menit ke-90+5.
Menariknya, kegagalan Vini dalam mengeksekusi penalti ternyata disebabkan oleh faktor non-teknis. Usut punya usut, dia sempat terlibat taruhan dengan Mamardashvili sebelum melakukan tendangan. Keduanya sepakat bertaruh EUR50 (sekitar Rp907 ribu) terkait keberhasilan atau kegagalan penalti tersebut.
“Tetapi, dia belum membayarnya (taruhan Rp907 ribu, Red),” ungkap Mamardashvili, yang disebut-sebut akan bergabung dengan Liverpool FC musim depan, sebagaimana dikutip dari Mundo Deportivo.
Kejadian ini menambah panjang daftar masalah non-teknis yang kerap memengaruhi performa bintang-bintang sepak bola papan atas. Bagi Vinicius Junior, Valencia kembali menjadi momok yang membuatnya frustrasi, baik secara teknis maupun mental. [dio/suf]






