Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena depopulasi penduduk berusia produktif terjadi di beberapa negara. Hal ini memaksa pemerintahnya melakukan kebijakan demi penyelamatan generasi.
Salah satu tanda yang juga menjadi dampak buruk “resesi seks” yang terjadi di beberapa negara tersebut adalah tutupnya sekolah-sekolah karena kekurangan murid.
Dalam pemberitaan Reuters akhir pekan kemarin, dua siswa bernama Eita Sato dan Aoi Hoshi menjadi satu-satunya dan lulusan terakhir di SMP Yumoto, yang terletak di Desa Ten-ei, Prefektur Fukushima, utara Jepang. SMP itu sendiri akan ditutup secara permanen, setelah 76 tahun berdiri.
Baca Juga: Jawa Timur Masuk Potensi Asal Pemudik Terbanyak Tahun Ini, Begini Antisipasi Pemerintah Jatim
Tidak heran, beberapa negara mulai memasang alarm karena melihat tren tingkat kelahiran yang rendah tersebut. Mereka bahkan menyiapkan insentif agar penduduknya tak memilih childfree.
Ada setidaknya sembilan negara yang memberikan uang kepada penduduknya agar tidak memilih Childfree, negara mana saja?
Berikut data negara yang memberikan uang kepada penduduknya agar tidak Chilfree dari Frobes dan BBC, yang dikutip dari GoodStats:
Baca Juga: Pinjol Marak Jelang Lebaran, Kanit Tipidter Polres Kediri Bagi Tips
- Jepang memberikan Rp48 juta per kelahiran anak
- Korea Selatan memberikan Rp23 juta per kelahiran anak
- Australia memberikan Rp53 juta per kelahiran anak
- Finlandia memberikan Rp152 juta per kelahiran anak, diberikan pada penduduk di beberapa kota tertentu
- Rusia memberikan Rp245 juta untuk wanita yang melahirkan 10 anak
- Swedia Rp1,82 juta per bulan
- Denmark memberikan Rp6,36 juta per kuartal selama 18 tahun
- Kanada memberikan Rp8,80 juta per bulan hingga anak berusia 6 tahun
- Estonia memberikan kepada anak pertama Rp900 ribu/bulan, anak kedua Rp1,5 juta/bulan, anak ketiga Rp4,6 juta/bulan
Langkah ini diambil oleh pemerintah negara-negara tersebut bukan tanpa pertimbangan. Sebab populasi yang terus menurun akan berakibat buruk bari tatanan negara, terutama pondasi perekonomian.
Baca Juga: Keren! 4 Siswa MAN 2 Kota Malang Diterima di UGM, UI, dan Unair
Dampak buruk perekonomian yang dapat terjadi, seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat, tenaga kerja semakin sedikit, banyak populasi yang tergantung pada penduduk usia produktif, dan lainnya.
Sebagai informasi, “resesi seks” mengacu pada risiko krisis demografis lantaran banyak wanita yang berhenti melahirkan. Kondisi ini terjadi di beberapa negara di dunia.
Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa sebuah keluarga memutuskan untuk Childfree, mulai dari mental yang belum siap, hingga masalah finansial. (kai/ian)






